AS Lancarkan Operasi ‘Dewa Laut’ untuk Hancurkan Kekuatan Militer Yaman

Praktik penggunaan “pahlawan zaman dahulu” dan “tokoh dari mitologi Yunani dan Romawi” diperkenalkan oleh Perdana Menteri Inggris Winston Churchill pada Perang Dunia II.
Poseidon adalah dewa laut Yunani, yang dikenal di jajaran Romawi sebagai Neptunus

Presiden AS Joe Biden pekan lalu mengakui bahwa serangan Anglo-Amerika gagal menghalangi gerakan Houthi, namun mengatakan serangan itu akan terus berlanjut.

“Ketika Anda mengatakan ‘bekerja’, apakah mereka menghentikan Houthi?
Tidak. Apakah mereka akan melanjutkan?
Ya,” katanya kepada wartawan di luar Gedung Putih.

Dilansir dari Wahington Pos pada hari Sabtu, AS tidak mengharapkan adanya penghentian serangan kelompok Houthi “segera”, namun operasi baru itu untuk “menurunkan dan menghancurkan kemampuan mereka,”

Bacaan Lainnya

Ketimbang menginvasi Yaman, AS hanya ingin menyerang infrastruktur yang memungkinkan kelompok Yaman menembakkan rudal dan drone ke kapal dagang, jelas seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya.

Sebagaimana diketahui, kelompok Houthi akan terus menargetkan kapal-kapal sampai Israel menghentikan serangannya dan mencabut blokade terhadap Gaza..

Sementara Israel telah berjanji untuk membasmi Hamas pasca serangan kelompok itu pada tanggal 7 Oktober yang merenggut nyawa sekitar 1.200 warga Israel.

Menurut laporan konsultan perdagangan maritim Sea-Intelligence, serangan-serangan Houthi tersebut berdampak lebih besar terhadap industri pelayaran global dibandingkan pandemi Covid-19.

Sekitar 15% perdagangan laut dunia menggunakan Laut Merah dan Terusan Suez untuk mengirimkan barang dari Asia ke Eropa dan sebaliknya.

Menghadapi melonjaknya premi asuransi, maskapai besar Barat seperti Maersk, MSC, CMA CGM, dan Hapag-Lloyd telah memilih untuk mengubah rute kapal mereka mengelilingi Afrika, dengan mengorbankan waktu dan bahan bakar.

Pos terkait