INTIP24NEWS.COM – Konflik pertempuran di Ukraina belum akan menemukan solusi dalam waktu dekat ini. Demikian dikatakan Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, kepada wartawan di Pentagon pada hari Kamis.
Milley berbicara bersama Menteri Pertahanan Lloyd Austin setelah pertemuan virtual ‘Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina’, kumpulan negara-negara Barat yang berjanji untuk memasok senjata, peralatan, dan amunisi ke Kiev untuk digunakan melawan Rusia sambil bersikeras bahwa mereka bukan pihak dalam
konflik.
Tujuan strategis militer Ukraina adalah merebut semua wilayah yang diduduki Rusia, daerah di mana ratusan ribu pasukan Rusia saat ini ditempatkan, kata Milley kepada wartawan.
“Itu mungkin bisa dicapai secara militer, tapi mungkin tidak dalam waktu dekat.” kata Milley.
“Itu berarti pertempuran akan terus berlanjut.
Ini akan berdarah. Ini akan sulit.
Dan pada titik tertentu kedua belah pihak akan menegosiasikan penyelesaian atau mereka akan sampai pada kesimpulan militer,” ujar dia
seraya menegaskan bahwa AS akan terus mendukung Ukraina.
Austin dan Milley bersikeras bahwa Kiev tidak kalah. Dua petinggi militer itu menggambarkan pertempuran selama berbulan-bulan untuk Bakhmut, meski kalah, namun dinilai sebagai kemenangan pertahanan.
Keduanya juga mengklaim bahwa Ukraina menggunakan sistem pertahanan udara Patriot dengan sangat efektif. Meski Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah menggunakan rudal hipersonik Kinzhal untuk menghancurkan baterai Patriot di ibu kota Ukraina awal bulan ini.
Milley juga membela keputusan untuk tidak mengirim pesawat tempur F-16 ke Ukraina, dengan alasan bahwa AS tidak meningkatkan pengiriman senjata sebagai akibat dari tekanan publik, tetapi selalu mengirim Kiev persis apa yang dibutuhkannya pada saat yang tepat.
Anggaran sepuluh pesawat tempur F-16 menelan biaya $2 miliar, termasuk operasi dan pemeliharaan, jelas Milley, sementara Rusia memiliki lebih dari 1.000 jet modern.
Jadi keputusan dibuat untuk memasok sistim pertahanan udara ke Kiev terlebih dahulu, dan mengirim F-16 sebagai solusi jangka panjang.
“Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun angkatan udara dengan ukuran dan ruang lingkup serta skala yang diperlukan,” kata Milley.
Diketahui Milley akan memasuki pensiun tahun ini dan presiden AS Joe Biden menetapkan kepala staf Angkatan Udara saat ini, Jenderal Charles Q. Brown Jr. sebagai calon penggantinya.
Sumber: RTNews
Editor: Hasan M














































