BEKASI — INTIP24NEWS. COM
Dugaan pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke Sungai Sekunder Bendung Srengseng Hilir (BSH 9), Kabupaten Bekasi, mendapat bantahan dari pihak PT Indah Prasta Indonesia.
Sebelumnya, warga menduga sebuah truk milik PT Indah Prasta Indonesia membuang cairan yang diduga limbah B3 ke aliran Sungai BSH 9 pada Jumat (11/09/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian, yang berujung pada diamankannya kendaraan beserta sang sopir untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Namun, kuasa hukum PT Indah Prasta Indonesia, Budi Santoso, membantah keras bahwa armada perusahaan sengaja membuang limbah ke sungai.
Menurut Budi, cairan yang memicu kehebohan warga bukan berasal dari aktivitas pembuangan ilegal ke badan sungai, melainkan akibat kondisi teknis tangki truk yang mengalami kebocoran saat dalam perjalanan.
“Truk pengangkut limbah B3 tersebut tangkinya bocor. Akibat kebocoran itu cairan limbah tercecer di jalan. Jadi bukan dibuang ke sungai seperti yang diduga warga,” ujar Budi saat memberikan klarifikasi resmi, Jum’at 11/9/2026.
Budi menjelaskan, kebocoran tersebut menyebabkan cairan keluar dari bagian tangki hingga menimbulkan bau menyengat di sepanjang jalan. Situasi inilah yang memicu kecurigaan warga di sekitar lokasi kejadian. Ia menegaskan pihak perusahaan sama sekali tidak memiliki niat untuk merusak lingkungan atau membuang limbah secara ilegal.
Menurutnya, peristiwa ini harus dilihat secara objektif berdasarkan fakta di lapangan dan hasil pemeriksaan resmi aparat, termasuk memastikan sumber cairan serta kondisi teknis kendaraan.
“Kami menghormati proses pemeriksaan yang dilakukan aparat. Yang perlu diluruskan, tidak benar kalau dikatakan truk tersebut sengaja membuang limbah B3 ke sungai,” tegasnya.
Di sisi lain, warga sekitar mengaku mencium bau menyengat yang sangat mengganggu di sekitar lokasi. Mereka kemudian menelusuri sumber bau hingga menemukan sebuah mobil boks yang terhenti di sekitar aliran Sungai BSH 9.
Karena curiga melihat cairan yang keluar dari kendaraan tersebut, warga langsung melaporkan kejadian itu kepada aparat penegak hukum.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi, serta membawa kendaraan dan sopir guna kepentingan penyelidikan.Dengan adanya bantahan dari pihak perusahaan, fokus penyelidikan kini tertuju pada pembuktian fakta di lapangan.
Pemeriksaan mendalam oleh aparat dan pengujian sampel cairan di laboratorium akan menjadi penentu untuk memastikan jenis cairan, sumber utama, serta ada atau tidaknya unsur kesengajaan dalam insiden di kawasan Sungai BSH 9 ini.
(Red)











































