Wonosari, intip24news.com – Pemandangan humanis dan penuh kepedulian tampak di Aula Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa, 28 Oktober 2026.*m
Balai Pemasyarakatan Kelas II Wonosari yang berada di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DIY, kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan yang memanusiakan manusia melalui kegiatan Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan, Pengobatan dan Cek Up Gratis Bagi Pegawai dan Klien Bapas Kelas II Wonosari.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB di Aula Bapas tersebut menghadirkan narasumber utama dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Nita Dwi Lestari, SKM., MPH. seorang penyuluh kesehatan yang dikenal komunikatif, ramah dan berpengalaman dalam memberikan edukasi kesehatan masyarakat.
Kehadiran Nita Dwi Lestari disambut antusias oleh seluruh peserta. Dengan bahasa yang lugas, mudah dipahami dan penuh kehangatan, beliau menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah aktivitas yang padat, baik bagi pegawai yang memiliki beban kerja tinggi maupun bagi klien pemasyarakatan yang sedang dalam proses reintegrasi.
Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Madya Bapas Kelas II Wonosari, Pedro Soares, SH dan Agus Sugiyadi Spd.MH serta kepala seksi bimbingan Klien dewasa Nanang Kurniawan SH .
Pedro Soares sosok pembimbing yang dikenal humanis dan dekat dengan para klien. Kehadiran Pedro Soares memberikan rasa aman, nyaman dan kekeluargaan bagi para klien yang hadir.
Edukasi yang Menyasar dan Menyentuh Hati
Dalam penyuluhannya , Nita Dwi Lestari, SKM., MPH. menekankan beberapa poin penting yang sangat menyasar:
- Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai kunci pencegahan penyakit.
- Pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes dan kolesterol yang sering tidak terdeteksi.
- Pentingnya cek kesehatan rutin sebagai bentuk deteksi dini.
- Kesehatan mental dan pengelolaan stres, bagaimana tetap tenang, berpikir positif dan menjaga keseimbangan emosi.
“Sehat itu bukan hanya tidak sakit, tapi sehat fisik, mental dan sosial. Pegawai yang sehat akan melayani dengan prima, klien yang sehat akan lebih siap kembali ke masyarakat dan keluarga dengan semangat baru,” tutur Nita Dwi Lestari, SKM., MPH., dengan penuh semangat di hadapan peserta.
Materi yang disampaikan tidak menggurui , justru diselingi dengan dialog interaktif, tanya jawab, dan contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Para klien pun terlihat aktif bertanya, terutama terkait keluhan kesehatan yang mereka alami.
Pengobatan dan Cek Up Gratis, Wujud Negara Hadir
Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda yang paling ditunggu-tunggu, yaitu Pengobatan dan Cek Up Gratis. Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul langsung membuka layanan pemeriksaan di Aula Bapas.
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi dokter, serta pemberian obat dan vitamin gratis bagi pegawai dan klien yang membutuhkan.
“Kami dari Bapas Kelas II Wonosari sangat berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, khususnya Ibu Nita Dwi Lestari. Ini adalah bentuk sinergi yang luar biasa. Kami ingin memastikan klien kami tidak hanya dibimbing secara hukum, tetapi juga diperhatikan kesehatannya. Karena klien yang sehat akan lebih mudah dibimbing,” ujar Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Madya, Pedro Soares, SH., yang mendampingi jalannya kegiatan.
Suasana haru terlihat Bos ku, beberapa klien mengaku sudah lama tidak melakukan cek kesehatan karena keterbatasan biaya. Dengan adanya kegiatan ini, mereka merasa sangat terbantu, diperhatikan dan dihargai sebagai manusia.

Salah satu klien bahkan mengaku lega setelah mengetahui kondisi tekanan darahnya dan mendapatkan obat gratis serta saran pola makan sehat dari tim medis.
Pembinaan Humanis yang Harus Dilanjutkan
Kegiatan penyuluhan, pengobatan dan cek up gratis ini menjadi bukti nyata bahwa proses pemasyarakatan di Bapas Wonosari tidak hanya berorientasi pada pengawasan, tetapi pada pemulihan dan pemberdayaan.
Kolaborasi antara Bapas Kelas II Wonosari dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul ini diharapkan dapat terus berlanjut secara rutin dan berkelanjutan, tidak hanya setahun sekali, tetapi menjadi program tetap.
Dengan tubuh yang sehat, jiwa yang kuat dan pikiran yang jernih, diharapkan seluruh pegawai dan klien Bapas Kelas II Wonosari dapat menjalani hari-hari dengan lebih produktif, optimis dan siap menyongsong masa depan yang lebih baik bersama keluarga dan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan Penyuluhan Kesehatan, Pengobatan dan Cek Up Gratis di Aula Bapas Kelas II Wonosari, Gunungkidul DIY, pada Selasa, 28 Oktober 2026, berlangsung dengan lancar, tertib, aman dan penuh kekeluargaan. (pri)









































