Bekasi, intip24news.com – Di tengah bergulirnya proses hukum yang menjerat Bupati non-aktif, Ade Koswara Kunang, sebuah video yang memperlihatkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi sedang asyik bernyanyi dan bersantai bersama sejumlah koleganya mendadak viral di media sosial.
Pemandangan ini langsung memicu sorotan tajam dan kritik dari berbagai elemen masyarakat.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak Plt Bupati Bekasi duduk santai di sebuah ruangan bersama beberapa pria. Sambil memegang mikrofon, ia melantunkan lagu dengan iringan musik karaoke, dikelilingi oleh hidangan makanan ringan dan buah-buahan di lantai.
Suasana penuh tawa dan keakraban tersebut dinilai sangat kontras dengan kondisi psikologis publik Bekasi yang tengah prihatin atas kasus hukum yang menimpa pimpinan daerah mereka.
Aksi bersenang-senang di tengah situasi politik dan roda pemerintahan daerah yang sedang masa transisi krusial ini dinilai mencerminkan lemahnya rasa sensitivitas dan empati dari seorang pejabat publik.
Menanggapi viralnya video tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Kabupaten Bekasi, Ade Gentong, memberikan pernyataan keras terkait etika kepemimpinan yang dipertontonkan oleh sang Plt Bupati.
”Sangat kita sayangkan. Di saat masyarakat Kabupaten Bekasi sedang disuguhkan tontonan prihatin atas penegakan hukum terhadap Bupati non-aktif Ade Koswara Kunang di kursi pesakitan, Plt Bupati yang seharusnya fokus memulihkan citra pemerintahan justru memamerkan kesenangannya bersama kolega. Ini adalah bentuk krisis empati kepemimpinan yang nyata,” ujar Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sebagai pejabat publik, setiap gerak-gerik dan perilaku akan selalu dinilai oleh masyarakat, terlebih di masa-masa sensitif seperti saat ini.
”Secara hak privasi, mungkin tidak ada yang melarang seseorang untuk bernyanyi atau berkumpul. Namun secara etika moral, sosial, dan politik, tindakan memamerkan hiburan seperti ini sangat tidak elok dan melukai perasaan masyarakat,” imbuh Gentong.
Ia menegaskan, Kabupaten Bekasi saat ini butuh figur pemimpin yang fokus bekerja keras, mawas diri, dan mengembalikan kepercayaan publik yang sempat runtuh—bukan pemimpin yang asyik bernyanyi seolah-olah daerah ini sedang baik-baik saja.
“Kami meminta Plt Bupati untuk segera fokus pada kinerjanya dan menghentikan aksi-aksi yang tidak produktif bagi publik,” pungkasnya.


















































