INTIP24NEWS – Rencana kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan kembali mendapat peringatan dari pemerintah China. Peringatan kali ini dilontarkan Beijing dengan mengatakan akan menanggapi secara militer atas kunjungan itu.
Peringatan terbaru itu dikeluarkan lebih kuat daripada peringatan yang diberikan pejabat China sebelumnya atas kebijakan kontroversial AS atas negara pulau Taiwan.
Pelosi dilaporkan dijadwalkan mengunjungi Taipei bulan depan, yang akan menjadi perjalanan pertama oleh seorang juru bicara DPR ke republik yang memisahkan diri sejak 1997.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan Selasa lalu bahwa perjalanan Pelosi akan memiliki dampak besar bagi hubungan AS – China.
“Jika AS bersikeras untuk mengambil jalan yang salah, China akan mengambil langkah tegas dan kuat untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorialnya. Semua konsekuensi berikutnya akan ditanggung oleh pihak AS.” Kata juru bicara Zhao Lijian.
Sementara itu pada Rabu lalu, Presiden AS Joe Biden menjawab pertanyaan wartawan, “Saya pikir militer menganggap itu bukan ide yang baik saat ini,” kata Biden.
Senada dengan Biden, Pelosi mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa Biden tidak menyampaikan kekhawatiran secara langsung kepadanya.
“Saya kira apa yang dikatakan presiden adalah, mungkin militer takut pesawat kita akan ditembak jatuh atau semacamnya oleh pihak China,” katanya Pelosi.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menentang kunjungan itu karena khawatir akan meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan.
Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby juga mengungkapkan kekhawatirannya seraya memberi Pelosi konteks, fakta, dan informasi yang relevan terkait geopolitik tentang kunjungan yang direncanakan, dan membiarkannya membuat keputusan sendiri.
Ketegangan AS-China atas Taiwan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
The Financial Times melaporkan awal bulan ini bahwa Pelosi bermaksud mengunjungi Taiwan untuk menunjukkan dukungan di tengah meningkatnya tekanan reunifikasi dari daratan.
Duta Besar China untuk Prancis Lu Shaye mengatakan dalam sebuah wawancara Juni bahwa Beijing tidak akan membiarkan Taiwan berdiri sebagai negara merdeka.
“Kami akan merebut kembali Taiwan dengan segala cara, termasuk yang militer.
Jika kita tidak dapat menyatukan kembali negara dengan cara damai, apa lagi yang harus kita lakukan?” Tegas duta besar China.
Sumber: RT
Editor: Hasan M




















































