Harga Melambung Pendapatan Stagnan Bikin Orang Indonesia Makan dari Tabungan

Dia mengatakan dibukanya kegiatan masyarakat setelah pandemi Covid membuat konsumsi masyarakat juga meningkat. Akhirnya mereka memakan tabungan yang mereka kumpulkan selama dua tahun kemarin. “Tahun ini juga festival musik kerap diadakan. Paling banyak turun rasio tabungannya kan kelompok menengah yang hobinya jalan-jalan, beli gadget, nonton konser,” kata dia.

Dia mengatakan dalam jangka pendek, kenaikan konsumsi ini mempercepat pertumbuhan ekonomi karena terdorong dari konsumsi. Dalam jangka panjang, pemerintah dan masyarakat harus berhati-hati karena bisa menggerus Dana Pihak Ketiga terutama dari dana murah. “Likuiditas perbankan bisa berkurang,” kata dia.

Peneliti Indef M. Rizal Taufikurahman

Kepala Center of Macroeconomics and Finance Indef. M Rizal Taufikurahman mengatakan kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari dan pendapatan yang cenderung stagnan memang terjadi. Namun dia berpendapat faktor perubahan gaya konsumsi masyarakat juga memberikan andil pada fenomena makan tabungan ini.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan perkembangan teknologi sudah membuat masyarakat begitu mudah untuk melakukan aktivitas pembelian seperti membeli makanan maupun barang. Bentuk uang digital, kata dia, juga membuat kesadaran masyarakat terhadap nilai uang berubah. Secara psikologis, kata dia, bentuk uang digital membuat orang semakin mudah ketika mengeluarkan uang.

“Ini merupakan masa transisi antara teknologi baru dengan pembiasaan masyarakat untuk melakukan belanja secara lebih rasional,” kata dia.

Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono

Direktur IDEAS Yusuf Wibisono berpendapat fenomena makan tabungan ini terjadi karena meningkatnya kesenjangan ekonomi di masyarakat. Indikator gini rasio, kata dia, memang menunjukkan tingkat kesenjangan yang moderat. Namun, bila menggunakan indikator tabungan masyarakat di perbankan, tingkat kesenjangan itu mengkhawatirkan

“Dengan indikator jumlah simpanan masyarakat di perbankan, terlihat bahwa fenomena ‘makan tabungan’ ini hanya terjadi di kelas bawah dan menengah, sedangkan kelas atas tidak mengalami hal ini, bahkan tabungan mereka terus meningkat,” kata dia.

Pos terkait