INTIP24 – Pemimpin Korea Utata Kim Jong-Un telah memperingatkan Israel bahwa Korea Utara akan melenyapkan mereka jika mereka terus mengganggu stabilitas Timur Tengah.
Jong-un juga menuduh Israel menjadi satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir secara ilegal dengan izin dari Amerika Serikat.
Pernyataan itu merespon probokasil Menteri Pertahanan Israel Avigdor Liberman yang menuduh Jong-un sebagai “orang gila” dan bagian dari geng “gila dan radikal” bersama Iran dan Suriah.
Pemerintah Korea Utara menyebut pernyataan sembrono menteri pertahanan Israel adalah perilaku kotor dan jahat serta merupakan tantangan besar bagi DPRK [Korea Utara],” demikian laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah pada hari Sabtu.
“Ini adalah taktik sinis untuk menghindari kecaman dan kutukan dunia sebagai pengganggu perdamaian di Timur Tengah, penjajah wilayah Arab dan pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan,” tulis laporan tersebut.
Korea Utara membela-diri dengan mengatakan akses terhadap tenaga nuklir adalah “hak yang benar untuk membela diri guna mengatasi tindakan agresi provokatif AS,”
Juru bicara itu mengancam Israel dan siapa pun yang “berani melukai martabat pemimpin tertingginya,” dengan “hukuman ribuan kali lipat tanpa ampun.”
Israel harus “berpikir dua kali mengenai konsekuensi yang ditimbulkan oleh kampanye kotornya terhadap DPRK [Korea Utara] untuk menutupi kejahatan pendudukan wilayah Arab dan mengganggu proses perdamaian di Timur Tengah.”
Selasa lalu, seorang perwira senior IDF mengatakan kepada wartawan pada sebuah wawancara khusus bahwa ketegangan yang sedang berlangsung antara Korea Utara dan AS dapat berdampak pada keamanan Israel.
Pejabat tersebut merujuk pada keretakan diplomatik yang berkembang antara AS dan semenanjung Korea menyusul upaya baru-baru ini dan menantang Korea Utara untuk memperluas aktivitas nuklirnya, meskipun ada peringatan berulang kali dari Barat.
Dia menjelaskan bahwa Israel dapat menanggung beban terbesar dari peningkatan hubungan antara Washington dan Pyongyang jika hal itu terjadi, karena AS harus mengalihkan sumber daya keamanan dari Timur Tengah ke Korea.
Sumber: Jpost
Editor: Hasan M























































