Memahami Perbedaan Cityzen Jurnalis dengan Profesional Jurnalis

INTIP24NEWS | OPINI – Cityzen Jurnalis atau disebut Pewarta Warga mulai marak berkembang di era awal tahun 2000, saat telpon pintar (smartphone) dan Handycam mulai merambah di masyarakat menengah ke bawah.

Adalah Cut Putri, seorang warga biasa (bukan jurnalis profesional) dengan handycam di tangan. Pada 26 Desember 2004, saat ia akan mengabadikan pernikahan kerabat ketika gelombang tsunami tiba-tiba datang menerjang.

Dengan cekatan Cut Putri mengarahkan lensa kamera untuk merekam dahsyatnya gelombang tersebut. Rekaman Cut Putri kemudian menjadi fenomenal, bahkan beberapa TV swasta nasional menayangkannya berulang-ulang.

Aksi berani Cut Putri berikut karyanya dipercaya sebagai tonggak awal citizen journalism atau pewarta warga di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Sejak itulah marak orang melakukan reportase atas aneka kejadian di sekitarnya dan dituliskan di dinding Facebook, blog pribadi, mailing list, atau blog umum seperti Kompasiana.

Dari esensinya, cityzen jurnalism atau pewarta warga adalah rangkaian kegiatan mengumpulkan informasi, mengolah, lalu menayangkannya melalui media sosial berbasis internet. Kegiatan ini dilakukan oleh warga masyarakat biasa, bukan wartawan profesional.

Sebagai orang awam, pewarta warga dalam membuat reportase hanya berdasarkan ”keberanian” dan keterampilan yang ”apa adanya” serta kesadaran untuk berbagi informasi. Jadi, seorang pewarta dalam jurnalisme warga tidak dituntut memiliki keahlian seperti wartawan profesional.

Lalu, apa yang masuk dalam kategori Profesional Jurnalis?

Seseorang dikatakan berprofesi sebagai wartawan jika dia bekerja pada sebuah perusahaan media yang resmi. Beberapa persyaratan harus dipenuhi, selain pendidikan, perusahaan media mensyaratkan minimal S1, wartawan juga dituntut memiliki sertifikat uji kompetensi.

Setelah syarat dasar terpenuhi, maka profesionalitas wartawan dalam melaksanakan tugasnya, selain 5W 1H, dituntut untuk memperhatikan 9 elemen jurnalis di dalam proses pencarian, pengeditan, penyajian dan penyebaran berita (publishing).

Secara singkat dijelaskan apa itu 5W 1H adalah metode dasar penulisan berita yang mendasarkan pada what (apa), when (kapan), where (dimana/tempat), why (kenapa/sebab akibat) dan how (bagaimana).

Sedangkan 9 elemen antara lain yaitu;

Kebenaran
Loyalitas
Verifikasi
Independen
Kontrol sosial
Jujur dan terbuka
Relevan dan menarik
Proporsional dan komprehensif
Tanggung jawab dan sesuai hati nurani

Jadi sangat jelas perbedaan antara cityzen jurnalis (pewarta warga) dengan profesional jurnalis. Perbedaan yang sangat prinsip dari keduanya adalah pada verifikasi. Wartawan profesional wajib menjunjung tinggi prinsip verifikasi sehingga berita yang dihasilkan benar-benar faktual dan dari sumber yang jelas (A1).

Sedang untuk cityzen jurnalis, dia bekerja berdasarkan keinginan untuk berbagi informasi. Akibatnya, dia tidak perlu mematuhi aturan yang ada secara ketat. Dia hanya terikat oleh etika hidup dalam masyarakat.

Penulis:
Hasan Munawar
Founder & Editor intip24news.com

Sumber: Berbagai sumber

Pos terkait