Mengapa Muhammadiyah Tak Pernah Bisa Dikooptasi oleh Penguasa

INTIIP24NEWS | OPINI – Muhamadiyah adalah salah satu Ormas Islam tertua di Indonesia, di dirikan oleh KH. Ahmad Dahlan sejak 13 Nopember 1912.

Sejak didirikan di Jogyakarta, Ormas Muhamadiyah mengalami perkembangan yang luar biasa. Bukan hanya jumlah Cabang dan kepengurusan , namun juga Amal Usaha nya juga mengalami peningkatan yang luar biasa.
Ratusan Rumah sakit , Ratusan Perguruan tinggi, Ratusan Lembaga Ekonomi tersebar di seluruh Indonesia.

Ribuan Mesjid , sekolah, dan Pondok Pesntren juga berdiri sebagai sumber peningkatan SDM Ummat Islam khususnya dan Rakyat Indonesia umumnya.

Dengan kondisi seperti itu, maka sangat wajar jika SDM warga Muhamadiyah lebih baik dibanding warga lainnya.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut berpengaruh kepada sikap independensi warga Muhamadiyah dalam bidang politik dan kehidupan berbangsa serta bernegara nya.

Oleh karena itu jika sebagian ormas lain selalu tertarik merapat kepada penguasa untuk mendapatkan pembagian kue negara , jabatan politik dan semacamnya.

Maka Muhamadiyah justru selalu menjaga jarak dengan dunia politik dan kekuasaan.

Para Ulama di Ormas Muhamadiyah juga tidak ada Ulama Ulama khos , Ulama yang berkaromah atau Ulama yang memiliki keajaiban tertentu.

Tokoh tokoh Muhamadiyah adalah orang orang biasa, namun ketika memimpin Muhamadiyah mereka menjadi luar biasa bukan karena karomahnya atau kewaliannya, namun kepemimpinannya itu yang membuat Muhamadiyah bisa terus membangun Rumah Sakit, membangun Universitas, membangun mesjid dan sekolah yang bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh banyak Ummat.

Dengan kondisi seperti ini , maka wajar SDM warga Muhamadiyah rata rata lebih baik, sehingga bisa berfikir rasional dan independen, tidak terlalu bergantung kepada kekuasaan atau Rezim penguasa manapun.

Justru dengan Jumlah lahan seluas 21 hektar yang dimiliki Muhamadiyah, 178 Perguruan Tinggi , 158 Rumah sakit , ratusan Lembaga Ekonomi dan Minimarket serta Dana stand by senilai Rp. 20 Trilyun. Maka Muhamadiyah memiliki posisi tawar yang kuat Dimata Pemerintah dan Rezim Penguasa.

Sehingga jika ada pihak pihak Rezim kekuasaan yang coba coba mengganggu Persyarikatan Muhamadiyah maka serentak para Kader Muhamadiyah tanpa mengatas namakan Ormas nya bergerak melakukan perlawanan. Sehingga tidak aneh jika Rezim dzolim yang pernah ada di negeri ini berhasil ditumbangkan oleh suatu gerakan rakyat yang dikomandani Kader Kader persyarikatan Muhamadiyah.

Serang, 24 Maret 2022
Wahyudin Syafei





Pos terkait