INTIP24NEWS – Rusia secara resmi memberi tahu pihak berwenang Amerika Serikat tentang rencananya untuk melakukan latihan tahunan dengan pasukan pencegahan nuklirnya, di tengah latihan nuklir NATO yang diberi nama ‘Steadfast Noon’.
“AS telah diberitahu dan, seperti yang telah kami soroti sebelumnya, ini adalah latihan rutin tahunan oleh Rusia,” kata Brigadir Jenderal Angkatan Udara AS Patrick Ryder pada hari Selasa.
Militer AS tidak merinci lebih lanjut, tetapi mengakui bahwa Rusia “mematuhi kewajiban pengendalian senjata dan komitmen transparansinya untuk membuat pemberitahuan tersebut”.
Kementerian Pertahanan Rusia belum merilis pernyataan resmi tentang tanggal dan skala latihan yang direncanakan itu.
Latihan semacam itu biasanya melibatkan uji komprehensif senjata berkemampuan nuklir dan non-nuklir, untuk memastikan kesiapan pasukan pencegahan strategis dan seluruh rantai komando.
Terakhir kali Rusia melakukan latihan serupa adalah pada Februari, beberapa hari sebelum Moskow melancarkan operasi militernya di Ukraina.
Pengumuman Rusia itu muncul di tengah latihan nuklir ‘Steadfast Noon’ yang sedang berlangsung, hingga 30 Oktober di Belgia, Laut Utara, dan Inggris.
NATO juga menggambarkan latihan tersebut sebagai “rutin” dan “tidak terkait dengan peristiwa dunia saat ini”, sambil bersikeras bahwa tidak ada senjata langsung yang akan digunakan.
Sekitar 60 pesawat dari berbagai jenis dari 14 negara anggota NATO ambil bagian dalam Steadfast Noon, termasuk jet tempur canggih, pesawat pengintai dan tanker, serta pembom strategis berkemampuan nuklir B-52 AS.
Sementara itu, Presiden Vladimir Putin belum lama ini bersumpah bahwa Rusia akan menggunakan “semua cara yang tersedia” untuk melindungi rakyat dan wilayahnya.
Hal mana sebuah pernyataan yang ditafsirkan oleh Washington dan sekutu NATO-nya sebagai ancaman terselubung untuk penggunaan senjata nuklir.
Sumber: RT
Editor: Hasan M
.




















































