BEKASI – Setelah dilakukan musyawarah oleh Ketua RT dan Pendeta akhirnya persoalan pembybaran doa di rumah ibadah yang berlokasi di Perumahan Graha Prima Blok S2 nomor 32, Desa Mangunjaya, Tambun Selatan berakhir damai.
Kasus pembubaran doa di rumah ibadah di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ini sempat geger. Terakhir, Pendeta Elison memastikan ibadah akan dilakukan seperti biasa.
“Hari ini, perkenalkan, saya pendeta Elison Lasse, sebagai pendeta penanggung jawab daripada Rumah Doa Cahaya Fajar Pengharapan yang beralamat di perumahan Graha Prima Blok S2 nomor 32, Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi,” ujar Elison Lasse dalam video yang diberikan oleh Kapolsek Tambun Kompol Stanlly Soselisa, Rabu (21/6/2023).
“Bahwa saat ini juga saya sampaikan persoalan ini telah diselesaikan kesalahpahaman antara saya sendiri dengan pak RT sudah diselesaikan dalam musyawarah hari ini,” tambah Elison.
Elison juga mengklarifikasi narasi yang beredar di media sosial soal keterlibatan TNI. Ia menyampaikan bahwa hal itu tidak benar dan keberadaan anggota TNI di sana adalah sebagai ketua RW yang melerai.
“Bahwa yang viral yang mengatakan adanya TNI yang membubarkan daripada peribadatan, saya sampaikan itu tidak benar, yang kenyataannya adalah keberadaan daripada TNI itu adalah untuk melerai daripada yang terjadi pada saat itu dan dalam kapasitasnya sebagai ketua RW di tempat itu,” tambah Elison.
“Bahwa kegiatan pelaksanaan ibadah dilaksanakan seperti biasa,” lanjutnya.
Dilansir detik.com, sebelumnya dari video yang beredar, seperti dilihat pada Selasa (20/6/2023), tampak terjadi cekcok di antara dua perempuan yang dinarasikan sebagai jemaat dan seorang pria bertopi yang disebut sebagai ketua RT.
Keduanya saling membentak, bahkan menunjuk-nunjuk. Caci-maki terus terjadi hingga seorang pria melerai ketiganya.
Dalam cuplikan lain, tampak wanita berbaju hitam yang dinarasikan jemaat berdiskusi dengan pria berbaju merah. Ia mempertanyakan mengapa menggelar ibadah harus meminta izin dahulu.
Wanita tersebut mengaku telah melapor ke kantor desa. Lalu, pria berbaju merah mencoba menjawab pertanyaan wanita itu, tapi suaranya tidak terdengar.












































