PESPARAWI XIV 2026: Pemprov Komitmen Dukung Peserta Bawa Nama Daerah Sulsel

Makassar, intip24news.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel menyatakan komitmen penuh keikut sertaan pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) XIV Tingkat Nasional Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.

Pemptov akan mengawal dan mendukung perjuangan para peserta yang akan membawa nama daerah tersebut.

Komitmen itu mengemuka saat jajaran Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi (LPPD) Sulsel melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Selasa.2 Juni 2026.

Pertemuan yang berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel itu turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid yang juga menjabat sebagai Penasihat LPPD Sulsel.

Bacaan Lainnya

Bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, keikutsertaan dalam PESPARAWI tidak sekadar mengikuti kompetisi paduan suara gerejawi. Ajang ini dipandang sebagai ruang untuk menunjukkan wajah Sulawesi Selatan yang menjunjung tinggi toleransi, keberagaman, dan kerukunan antarumat beragama.

“Kegiatan ini membawa nama baik Sulawesi Selatan. Pemerintah provinsi tentu mendukung penuh kontingen yang akan bertanding di tingkat nasional,” ujar Fatmawati Rusdi.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah melihat PESPARAWI sebagai bagian dari diplomasi budaya dan kerukunan yang memiliki nilai strategis di tingkat nasional.

PESPARAWI merupakan ajang pembinaan seni dan pelayanan gerejawi yang mempertemukan kontingen dari seluruh provinsi di Indonesia. Selain menjadi wadah pengembangan talenta paduan suara gerejawi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan lintas daerah dan memperkokoh semangat kebangsaan.

Sulawesi Selatan sendiri memiliki catatan yang cukup membanggakan. Pada penyelenggaraan PESPARAWI XIII Nasional, kontingen Sulsel berhasil meraih predikat Gold 2 atau juara kedua pada kategori Paduan Suara Remaja Pemuda yang diwakili oleh peserta dari Toraja Utara.

Prestasi tersebut menjadi modal penting sekaligus motivasi bagi kontingen Sulsel yang tahun ini akan turun pada sembilan dari 12 kategori yang diperlombakan.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, menilai persiapan kontingen berjalan cukup baik dan optimistis Sulawesi Selatan mampu menunjukkan performa terbaik di Manokwari. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk membangun kepercayaan diri para peserta yang akan mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional.

“Ayo Ibu Wagub, kita sama-sama berangkat memberikan semangat kepada kontingen Sulsel,” ujar Ali Yafid dalam suasana penuh keakraban.

Kehadiran Kementerian Agama dalam proses pembinaan dan pendampingan kontingen juga menunjukkan bahwa PESPARAWI tidak hanya dipandang sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat moderasi beragama dan harmoni sosial.

Dalam audiensi tersebut, pengurus LPPD Sulsel menyerahkan jaket resmi kontingen kepada Wakil Gubernur Sulsel. Jaket itu memiliki makna tersendiri karena mengusung motif dan nuansa Tongkonan, simbol budaya yang selama ini menjadi salah satu identitas kuat Sulawesi Selatan.

Pemilihan desain tersebut bukan tanpa alasan. Selain merepresentasikan kekayaan budaya daerah, jaket itu juga menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan di Sulawesi Selatan. Ketua Umum LPPD Sulsel Pdt. Adrie O.

Massie bersama jajaran pengurus berharap keikutsertaan kontingen Sulsel tidak hanya berorientasi pada capaian prestasi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan yang telah lama tumbuh di daerah ini.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulsel, Kanwil Kementerian Agama Sulsel, serta berbagai pihak terkait, kontingen Sulsel kini memasuki tahap akhir persiapan menuju Manokwari.

Rencana pelepasan kontingen yang semula dijadwalkan pada 12 Juni bahkan diundur menjadi 15 Juni 2026 agar Wakil Gubernur Sulsel dapat hadir secara langsung memberikan motivasi kepada para peserta.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa keberangkatan kontingen PESPARAWI bukan sekadar agenda seremonial. Di baliknya terdapat harapan besar untuk mempertahankan tradisi prestasi sekaligus membawa pesan penting tentang kerukunan umat beragama dari Sulawesi Selatan ke panggung nasional.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa, kehadiran kontingen Sulsel di PESPARAWI XIV Nasional diharapkan menjadi bukti bahwa harmoni, toleransi, dan persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama yang mampu menyatukan keberagaman Indonesia.





Pos terkait