BEKASI | INTIP24 – Massa dari sejumlah elemen buruh Bekasi dan Karawang melakukan aksi konvoi mengawal tuntutan untuk kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2024, Rabu (29/11).
Di Karawang ribuan buruh melakukan aksi dengan berkonvoi di jalan arteri kota Karawang mulai Jalan baru hingga ke wilayah Cikampek sepanjang puluhan kilometer,
Ribuan buruh ini datang dari berbagai berbagai serikat dan karyawan pabrik di sejumlah perusahaan di Kabupaten Karawang.
Mereka melakukan konvoi serentak ke wilayah Kota Bandung pada Rabu (29/11/2023) sore sehingga memicu kemacetan panjang.
Para buruh ini berencana mengawal kenaikan upah minimum 2024 di Jawa Barat oleh Plt Gubernur Jawa Barat.
Aksi buruh yang memicu kemacetan ini mengganggu pengguna jalan yang terpaksa menghentikan kendaraannya karena jalur Karawang-Cikampek diblokade.
Para pengguna jalan harus menunggu para buruh bergerak menuju Bandung untuk bisa melanjutkan perjalanan.
Akibat blokade yang dilakukan buruh ini sejumlah kendaraan pribadi memilih untuk memutar balik atau mengambil jalur lain untuk menghindari kemacetan.
Sementara di Bekasi sejumlah massa buruh sempat bersitegang dengan aparat kepolisian di Cikarang, Jawa Barat.
Dalam laporan akun @infobekasi, Rabu (29/11), polisi terpaksa membubarkan massa aksi saat akan berupaya memblokade jalan Teuku Umar, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Dari video yang diunggah tampak sejumlah aparat kepolisian meminta massa buruh untuk tidak berada di tengah jalan. Aparat mendorong sejumlah buruh untuk ke pinggir jalan.
Pihak kepolisian meminta massa buruh untuk menggelar aksi demo di titik yang telah mereka tentukan. Setelah aparat kepolisian meminta buruh untuk tidak berada di tengah jalan, arus lalu lintas kembali lancar.
Sebelumnya, kemarin, Selasa (28/11), sejumlah elemen buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jawa Barat. Tuntutat mereka ialah soal kenaikan UMK 2024.

























































