INTIP24NEWS.COM – Kementerian Luar Negeri Rusia telah menyatakan keyakinannya bahwa penegak hukum dapat menemukan dan meminta pertanggungjawaban mereka yang melancarkan serangan drone ke Kremlin atas nama pemerintah Ukraina minggu ini.
“Kejahatan semacam itu tidak boleh dibiarkan,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis. Seperti dilansir media Rusia, Pelakunya akan menghadapi hukuman yang keras dan tak terhindarkan.
Kementerian mengatakan tidak ada keraguan bahwa rezim Kiev berada di balik insiden tersebut, karena telah dengan sengaja mendukung dan menggunakan metode teroris terhadap infrastruktur sipil dan penduduk yang damai untuk waktu yang lama.
Ini mengutip pemboman Jembatan Krimea Oktober lalu sebagai contoh taktik yang digunakan oleh Kiev.
Pemerintah Ukraina membantah mendalangi upaya sabotase jembatan, yang merenggut tiga nyawa warga sipil.
Itu juga menolak tuduhan Moskow terkait insiden drone minggu ini.
Dikutip dari RTNews, Kementerian Luar Negeri mengungkapkan bahwa episode terbaru menegaskan bahwa Kiev tidak tertarik pada perdamaian, sehingga membuktikan perlunya tindakan militer yang berkelanjutan terhadap Ukraina.
“Tidak boleh ada ancaman terhadap keamanan kami yang berasal dari wilayah Ukraina dan tidak boleh ada tindakan terorisme yang dilakukan [olehnya],” kata pernyataan itu.
Kementerian menegaskan kembali bahwa Rusia berhak untuk membalas jika dianggap perlu, sesuai dengan ancaman yang diciptakan Kiev untuk kepemimpinan bangsa kita.
Moskow menggambarkan serangan pesawat tak berawak itu sebagai upaya untuk membunuh Presiden Vladimir Putin.
Insiden drone itu terjadi pada Selasa malam, saat Putin tidak berada di Kremlin, menurut sekretaris persnya, Dmitry Peskov.
Ketika ditanya pada hari Kamis bagaimana pemerintah Rusia mengaitkan serangan itu dengan Kiev, juru bicara itu mengutip laporan intelijen.
Dia juga mengklaim bahwa operasi semacam itu pasti mendapat restu dari AS.




















































