Tak Seperti Barat, Menlu Rusia: Kami Tahu Apa yang Kami Perjuangkan

INTIP24 – Rusia telah memperingatkan selama bertahun-tahun agar tidak menjadikan Ukraina sebagai ancaman militer langsung di depan mata Rusia. Ada lebih dari satu kali upaya untuk memusnahkan segala sesuatu yang berbau Rusia.

Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada hari Rabu pada pertemuan tahunan dengan organisasi non-pemerintah domestik dan nirlaba.

“Ada rencana untuk membuat pangkalan militer di Laut Azov dan Krimea.” Kata diplomat Rusia itu.

“Tujuan Rusia di Ukraina tidak dapat dinegosiasikan dan eksistensial, Kami tidak dapat dan tidak akan pernah menyerah pada tujuan yang diumumkan sebagai bagian dari operasi militer khusus,” kata Lavrov, seraya menambahkan bahwa Rezim Ukraina yang disokong Barat telah membuktikan esensi neo-Nazinya terus didorong untuk memusnahkan segala sesuatu yang berbau Rusia: budaya, pendidikan, media, dan orang Rusia sendiri, di tanah tempat nenek moyang mereka yang mulia tinggal dan membangun kota selama berabad-abad.” Urai Menlu Lavrov.

Bacaan Lainnya

Barat dapat menghabiskan hari-hari mereka memperdebatkan keefektifan “serangan” Ukraina, sejauh mana tujuan mereka untuk “membebaskan wilayah mereka hingga perbatasan tahun 1991” dan bagaimana Rusia menggagalkannya, tambah Lavrov.

“Kami tahu apa yang kami perjuangkan.” tegas dia.

“Kami melihat pertumbuhan kesadaran diri, rasa identitas diri sendiri dan keinginan untuk mempertahankannya, di negara-negara Eurasia, di kawasan Asia-Pasifik, di Timur Tengah, di Afrika, di Amerika Latin. Proses pembentukan dunia multipolar tidak dapat dihentikan,” katanya.

“Ini harus diakui. Saya mengerti bahwa sulit bagi Barat untuk melakukannya,” tambahnya.

“Tetapi jika mereka ingin secara artifisial memperlambat proses sejarah objektif, maka itu hanya menaikkan (resiko) harga kemanusiaan (yang harus dibayar) – termasuk Barat – akan membayar untuk keadilan.”

Diplomat top Rusia itu menunjukkan bahwa tidak ada demokrasi di dalam NATO, kecuali hanya tekanan teman sealiran di bawah topeng kebulatan suara.

Uni Eropa juga telah meninggalkan konsensus dan berusaha untuk memaksa anggota seperti Hungaria dan Polandia, yang menolak menginjak-injak nilai-nilai dan tradisi nasional.

“Tidak ada ‘aturan’ seperti itu dalam asosiasi tempat kami berpartisipasi dan yang kami kembangkan sebagai prioritas,” kata Lavrov, yang secara khusus menyebutkan nama aliansi diantanya CSTO, Uni Eurasia, Organisasi Kerjasama Shanghai, dan BRICS.

Sumber: RT
Editor: Hasan M





Pos terkait