INTIP24 – UNICEF United Nations Children’s Fund, atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam perang Israel-Hamas dan mengatakan kecemasan terburuknya mengenai jumlah kematian anak-anak yang sangat besar telah menjadi kenyataan.
UNICEF telah mengulangi seruannya untuk melakukan gencatan senjata kemanusiaan dalam perang Israel-Hamas, dengan mengatakan bahwa konflik tersebut telah menewaskan ribuan anak di Gaza dan menyebabkan lebih banyak lagi anak-anak yang beresiko terkena kekerasan dan krisis air.
“Gaza telah menjadi kuburan bagi ribuan anak,” kata juru bicara UNICEF James Elder kepada wartawan pada hari Selasa di Jenewa.
“Ini adalah neraka bagi semua orang.” imbuhnya seraya melaporkan bahwa lebih dari 3.450 anak-anak di daerah kamp Palestina telah terbunuh, dan jumlah korban tewas meningkat secara signifikan setiap hari.
Elder menyampaikan pernyataannya ketika Israel meningkatkan serangan daratnya di Gaza sebagai respons terhadap serangan Hamas yang menewaskan sekitar 1.400 orang pada tanggal 7 Oktober.
Saluran air Gaza juga telah dilumpuhkan oleh konflik tersebut, sehingga menyebabkan total korban jiwa mencapai lebih dari 8.000 orang.
di wilayah tersebut.
“Ancaman terhadap anak-anak lebih dari sekadar bom dan mortir,” kata Elder. Dia menambahkan bahwa kapasitas produksi air di Gaza telah dikurangi hingga 5% dari tingkat normal, sehingga lebih dari 1 juta anak berisiko meninggal karena dehidrasi. Banyak anak yang muak karena meminum air asin karena putus asa.
Elder mencatat bahwa bahkan sebelum perang terbaru antara Israel dan Hamas, lebih dari tiga perempat anak-anak Gaza diidentifikasi membutuhkan pelayanan kesehatan mental karena trauma yang mereka hadapi.
“Ketika pertempuran berhenti, kerugian yang ditanggung anak-anak dan komunitas mereka akan ditanggung oleh generasi mendatang,” katanya.























































