Anak-anak Gaza “hidup dalam mimpi buruk,” kata juru bicara UNICEF itu, “Israel harus mengakhiri pengepungannya terhadap wilayah tersebut,” jelasnya.
Dia juga menyerukan agar semua akses penyeberangan ke Gaza dibuka, memungkinkan bantuan makanan, air, bahan bakar, pasokan medis, dan bantuan kemanusiaan lainnya dapat masuk dengan aman.
“Dan jika tidak ada gencatan senjata, maka tidak ada air, tidak ada obat-obatan, dan tidak ada pembebasan anak-anak yang diculik, maka kita akan mengalami kengerian yang lebih besar yang akan menimpa anak-anak yang tidak bersalah.”
Sementara iru, pemerintah Israel justru mengecam PBB, dengan alasan bahwa badan tersebut belum cukup mengutuk kekejaman yang dilakukan oleh Hamas pada tanggal 7 Oktober.
Duta Besar Yerusalem Barat untuk PBB, Gilad Erdan, mengumumkan pada hari Senin bahwa anggota delegasinya akan merespons dengan mengenakan bintang kuning, dengan menyebut bahwa label itu yang terpaksa dipakai orang Yahudi selama Holocaust.
“Mulai hari ini, setiap kali Anda melihat saya, Anda akan ingat apa artinya berdiam diri saat menghadapi kejahatan,” ujarnya dalam pidato di Dewan Keamanan PBB.
Senada dengan Israel, Senator terkemuka AS dari Partai Republik, Lindsey Graham mengatakan bahwa besarnya jumlah kematian warga Palestina tidak boleh membuat Washington menghentikan Israel.
“AS harus mendukung Israel dalam melawan Hamas tidak peduli seberapa besar kerugian yang ditimbulkan terhadap penduduk sipil di Gaza,” kata Lindsey Graham.
Ia menyamakan operasi militer Israel melawan militan Hamas dengan perjuangan sekutu saat melawan Nazi Jerman dan Jepang pada Perang Dunia II.























































