Lebih lanjut, menurut Yudo Margono bahwa baliho tersebut memang dipasang di area lingkungan Kodim Muara Teweh.
“Awalnya baliho tersebut oleh yang bersangkutan tidak dipasang di sana, namun pada kenyataannya di pasang disana. Sudah disampaikan yang bersangkutan jangan dipasang disana sudah jelas tenang netralitas TNI,” ungkapnya.
Panglima juga sudah menanyakan langsung kepada yang bersangkutan Dandim Muara Teweh bahwa kejadian tidak seperti yang viral di sosial media, dan itu tidak dicopot secara paksa.
“Bahwa kejadian kemarin dilepas sesuai mekanisme yang ada. Dari awal mulai dari sekarang netralitas TNI itu harus ditegakkan,” ungkapnya.
Melansir tvonenews, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyesalkan adanya pencopotan baliho dari Bacapres PDIP, Ganjar Pranowo yang dilakukan oleh anggota TNI.
Ia sempat menyinggung masalah adanya perkataan yang mengintimidasi, beredar kabar bahwa oknum TNI bahkan mengancam para relawan dengan kata-kata yang dinilai mengintimidasi.
Untuk itu Hasto Kristiyanto juga meminta agar aparat tidak bersikap intimidatif terhadap pendukung salah satu Bakal Capres, khususnya pendukung Ganjar Pranowo.
“Yang kami sangat sesalkan adalah cara-cara intimidasi, keluarkan kata-kata ‘pecahkan kepala’, tidak perlu tindakan arogan. Kita (bisa) bicara baik-baik, karena mereka semua juga berasal dari kalangan kita semua, dari rakyat,” ungkap Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.







































