Bagaimana Munculnya Islamofobia dan Globalisasi Islamofobia (Bag 2 habis)

INTIP24NEWS.COM – Situasi di Myanmar paling mirip dengan Cina. Dimana Cina menargetkan Uyghur, kelompok etnis yang mayoritas Muslim, elit politik di Myanmar menargetkan etnis Muslim Rohingya.

Mirip pula dengan India, di mana negara bisa bergantung pada dukungan ekstremis agama Hindu, pasukan keamanan di Myanmar bergantung pada dukungan umat Buddha yang dipimpin oleh biksu ekstremis.

Manifestasi Islamofobia yang paling jelas di Myanmar adalah genosida sistemik Rohingya.
Dalam beberapa tahun terakhir, penyiksaan terhadap Muslim Rohingya telah didokumentasikan secara menyeluruh dan dilaporkan oleh kelompok hak asasi manusia dan media.

Sama seperti di India, represi pemerintah termasuk mengusir Muslim dari tanah mereka sendiri, di Myanmar secara hukum mengakui “kepemilikan properti” pemukim yang mengklaim rumah di Rohingya.

Bacaan Lainnya

Di India, Islamofobia dengan cepat mencapai klimaks dalam 75 tahun sejarah negara itu. Mengejutkan Islamofobia di India dapat ditemukan di lingkungan legislatif, pendidikan, profesional, dan keluarga.

Banyak pelajar Muslim di India merasakan ruang kelas sebagai ruang yang tidak bersahabat.

Dalam satu contoh, seorang profesor diduga menyebut mahasiswa Muslimnya sebagai teroris. Wanita Muslim juga dilarang mengenakan jilbab di lingkungan sekolah.

Sayangnya, bukan hanya ruang kelas di mana wanita Muslim tidak aman di India.
Mengejutkan, pada Agustus 2022, negara membebaskan 11 pria yang dihukum karena memperkosa beramai-ramai seorang wanita Muslim atas dasar keyakinannya.

Pos terkait