INTIP24NEWS.COM – Kementerian Luar Negeri China pada hari Minggu memperingatkan Filipina agar tidak memperkuat kerja sama militer dengan AS, dengan mengatakan itu akan melayani agenda geopolitik Washington yang merugikan keamanan Manila sendiri.
Pernyataan itu muncul menyusul keputusan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. bulan lalu untuk memberi pasukan AS akses ke empat pangkalan militer tambahan di negara Asia Tenggara itu.
Kerja sama semacam itu akan “menarik Filipina melawan China dan mengikat negara itu ke kereta perselisihan geopolitik, yang secara serius membahayakan kepentingan nasional Filipina serta perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata pejabat China.
Sejak Marcos menjabat musim panas lalu, hubungan dengan Beijing semakin tegang di tengah sengketa wilayah di Laut China Selatan, di mana China mengklaim kedaulatannya.
Wakil Presiden AS Kamala Harris telah mengunjungi negara kepulauan itu pada November lalu, dan mengatakan bahwa dunia sedang “bergulat dengan serangan terhadap tatanan internasional berbasis aturan”.














































