Ditengarai Menghindari Wartawan, Camat Tanah Abang PALI Tuai Kritikan

PALI – Camat Kecamatan Tanah Abang, Dadang Aftriandy SH, M,Si. terkesan menghindari wartawan yang meminta klarifikasi terkait lelang lebak, lebung danau dan suak, usai acara selesai yang diadakan di gedung serba guna kecamatan Tanah Abang pada hari Selasa 2 Desember 2025.

Salah satu wartawan senior yang hadir memberikan tanggapan terkait. Camat yang menghindari wartawan, ia mengatakan kenapa takut dengan wartawan.

“Kalau anda seorang pejabat, ya jelas anda akan didatangi seorang wartawan. Karena anda adalah pejabat publik,” ungkap wartawan senior yang enggan disebut namanya itu.

Di Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kalau ada seorang pejabat yang menghindari wartawan di saat ingin diwawancarai, ini jadi tanda tanya besar, ada apa?” ujarnya.

Bacaan Lainnya

“Sebagai kepala wilayah pemerintah kecamatan Tanah Abang, tidak seharusnya bersikap begitu, Apalagi terhadap teman teman media atau wartawan, karena seorang camat harus senantiasa bersikap simpati bukan antipati. Sebab ada Undang Undang nomor 14 Tahun 2008, tentang keterbukaan informasi publik,” jelasnya.

Lanjutnya menambahkan, “jadi seorang camat memang harus siap menerima siapa pun, apalagi yang namanya media atau wartawan yang ingin wawancara, kenapa mesti takut dan harus berbohong agar bisa terhindar dari wawancara media, ada apa. Tidak boleh bersikap demikian, karna seorang camat bertanggung jawab atas lingkup wilayah kerjanya. Camat harus siap bekerja 24 jam, karena tidak muda menjadi seorang camat,” tegasnya.

Masih kata wartawan senior yang enggan disebut namanya itu, “Camat punya tanggung jawab yang sangat besar, ini baru urusan media saja sudah susah dan terindikasi berbohong. Kalau memang tidak bisa menjadi seorang kepala wilayah Pemerintah Kecamatan, Tanah Abang, alangkah baiknya mundur saja. Karena masih banyak orang yang bisa dan pintar dan punya Etika yang baik,“ tuturnya.

Intinya seorang camat itu, harus peka (sensitif), responsif, aspiratif dan harus menjalin komunikatif baik terhadap persoalan sekecil apapun. Camat juga harus bisa menjadi orang yang menjadi contoh, di masyarakatnya.

“Bila merasa berat menjadi camat atau tidak mampu menjalankan tugas pungsi sebagai aparatur sipil negara (ASN) dalam hal ini sebagai pejabat publik. Maka sebaiknya mengundurkan diri, apa lagi dengan kejadian ini membohongi wartawan. Hilang wibawa seorang camat,” ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi, Dadang Afriandi mengatakan, “iya giat kemarin itu kando, karena cepat-cepat pagi pukul 08.00 WIB ikut ujian di BKN Palembang,” katanya. (Editor Dharmawan SE/Penulis Rado,L/Red/Tim)





Pos terkait