BEKASI | INTIP24NEWS.COM – Pemerintah Desa Lambangsari, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat gencar menjalankan program stunting untuk mewujudkan desa yang bebas dari gizi buruk.
Desa Lambangsari yang terletak di Kecamatan Tambun Selatan itu berhasil mencapai target angka stunting hingga mencapai angka 0. Keberhasilan luar biasa yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dalam sebuah resmi yang disampaikan oleh Nurlaela, Kaur Keuangan Desa Lambangsari, diungkapkann langkah mereka sekarang difokuskan pada pencegahan stunting.
Caranya adalah dengan memberikan makanan bergizi seimbang kepada ibu hamil, memberikan pengetahuan tentang pernikahan dini, serta meningkatkan asupan gizi bagi balita.
“Kami selalu berusaha maksimal dalam mencegah stunting pada ibu hamil, agar kelak bayi yang lahir dalam keadaan sehat. Kami memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil dan ibu yang menyusui sebanyak 145 orang. Selain itu, sosialisasi tentang pernikahan dini juga kami lakukan,” ungkap Nurlaela yang akrab disapa Ella, Senin (31/07).
Program stunting ini tidak hanya ditujukan kepada ibu hamil saja, tetapi juga kepada semua aspek yang terkait dengan gizi buruk.
“Pemdes Lambangsari tidak hanya mengencarkan pencegahan stunting, tetapi juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara mencegahnya,” tuturnya kepada intip24news.com.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh warga yang menjadi penerima manfaat dari program stunting ini. Salah satunya adalah ibu Asa Setyowati.
menurutnya, selama masa kehamilannya hingga melahirkan, para kader stunting dan petugas posyandu sangat memperhatikannya dan peduli kepadanya.
“Setiap kali saya datang ke posyandu, para petugas dengan penuh perhatian menjaga kesehatan saya dan janin saya. Mereka memberikan makanan tambahan dan berbagai perawatan lainnya,” ujarnya.
“Kesehatan saya dan janin saya selalu diperiksa dengan seksama untuk memastikan bahwa kami benar-benar sehat,” tambahnya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Rini, warga RT 02 RW 04 yang saat ini sedang hamil muda. Menurutnya, program stunting di desanya sangat terrealisasi dengan baik dan maksimal berkat kerjasama yang baik dari kader-kadernya.
“Program stunting ini sangat bermanfaat bagi saya sebagai ibu hamil. Para petugas selalu memberikan perhatian yang maksimal kepada semua ibu hamil,” ungkapnya.
Ibu Rini berharap agar program ini terus berjalan dan terus mendapatkan dukungan agar desa Lambangsari tetap bebas dari stunting.
Sementara ibu Nunung, warga Kampung Kalijambe RT 02 RW 03 yang sedang menyusui bayinya mengungkapkan bahwa program stunting di desanya sangat dirasakan bagi dirinya.
“Alhamdulillah, dengan adanya program stunting ini bayi saya yang tadinya beratnya ringan, kini stabil, karena setiap bulannya ada tambahan asupan gizi dan kontrol yang ketat dari petugas kesehatan di posyandu,” ucap ibu Nunung.
Dikatakan Ela, di tahun 2023 ini Pemdes Lambangsari menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang di buat oleh Dapur Dahsyat Lambangsari degan membuat 10 box PMT selama 10 hari.
Sebanyak 145 orang ibu – ibu yang menjadi penerima manfaat menerima PMT. Diantaranya yang sedang hamil dan menyusui berjalan dengan lancar.
“Sehingga hasil yang didapat dari data kami, angka stunting di desa Lambangsari berhasil mencapai 0% pada tahun 2023. Ini merupakan bukti kesuksesan nyata dari program stunting yang telah dilaksanakan dengan baik dan maksimal di desa tersebut,” imbuhnya. (Red)












































