SURAKARTA, intip24news.com – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta resmi membuka perhelatan akbar Hari Wayang Dunia (HWD) ke-12 tahun 2026. Mengusung tema filosofis Uruping Blencong: Menjaga Nyala Wayang dari Jagat Lokal ke Panggung Global, perhelatan yang ditempatkan di Pendopo Agung GPH Joyokusumo ISI Surakarta ini menjadi momentum penguatan ekosistem wayang nusantara menuju panggung internasional.
Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Profesor Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc., yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Bapak Dr. Restu Gunawan, M.Hum. Melalui sambutannya, Menteri Kebudayaan menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam mendukung pelestarian seni tradisi, Senin (2/11/2026).
“Peringatan Hari Wayang Dunia menuntut konsistensi dalam tiga hal utama: perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan, serta pembinaan SDM pewayangan. Wayang harus menjadi ruang dialog inklusif, media edukasi karakter, serta diplomasi budaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan roh tradisinya,” ungkap perwakilan Menteri Kebudayaan dalam pembukaan tersebut.
Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., dalam pidatonya menyampaikan bahwa tema Uruping Blencong memiliki kedekatan mendalam dengan perjalanan kebudayaan nusantara. Blencong, sebagai lampu minyak penerang dalam pertunjukan wayang kulit, dimaknai sebagai simbol semangat untuk merawat pengetahuan, kreativitas, dan kearifan lokal lintas generasi.

“ISI Surakarta sebagai perguruan tinggi seni memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk mendokumentasikan, meneliti, mengajarkan, dan mengembangkan seni pewayangan. Tradisi memberikan kedalaman pengetahuan, sementara inovasi menggunakan pendekatan artistik dan teknologi kontemporer memungkinkan wayang menjangkau panggung global dan generasi muda,” ujar Rektor ISI Surakarta.
Menariknya, dalam perhelatan HWD tahun ini, Rektor ISI Surakarta juga turun langsung ke kelir untuk tampil mendalang. Hal tersebut menjadi simbol kedekatan kepemimpinan kampus dengan praktik kesenian kreatif yang menjadi jati diri ISI Surakarta.
Ketua Panitia HWD ke-12 Dr. Dra. Tatik Harpawati, M.Sn. melaporkan rangkaian kegiatan komprehensif yang digelar sepanjang perhelatan ini.
“Kegiatan Ruwatan Murwakala yang telah diselenggarakan pada siang hari, dilanjutkan dengan Seminar Lakon yang merefleksikan mutiara pengetahuan lewat mitos masyarakat Jawa,” Tatik.

Tatik memaparkan, “selain itu, festival ini menyajikan parade pertunjukan yang sangat kaya, mulai dari Wayang Purwa, Wayang Gedog, Wayang Madya, Wayang Dupara, Wayang Glek, pameran seni wayang dari berbagai daerah, hingga pertunjukan inovatif Wayang Intermedia karya mahasiswa Program Studi Pedalangan ISI Surakarta,” urainya.
Penyelenggaraan HWD ke-12 ini merupakan buah kolaborasi besar antara civitas akademika, tenaga kependidikan, seniman, komunitas, dan para mitra strategis. ISI Surakarta turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta para donatur seperti PT Baskara Sinar Sakti, Profesor Dr. Yanto, S.H., M.H., Yayasan Putro Pendowo, serta para tokoh seni seperti Abah Kirun dan seluruh pihak yang terlibat.
“Melalui gelaran Hari Wayang Dunia ke-12 ini, ISI Surakarta menegaskan visinya sebagai garda terdepan laboratorium kebudayaan nasional yang siap membawa warisan agung adiluhung Indonesia bersinar terang di cakrawala dunia,” imbuh Tatik.













































