Inovasi Wayang Kancil berbasis Digital di Sanggar Seni Madhangkara-Karanganyar

Surakarta, intip24news.com – Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) ISI Surakarta melakukan kegiatan bedah naskah sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat PISN Kemendiktisaintek, 10 Juni 2026 lalu di Pendapa Sanggar Seni Madhangkara.

Program Inovasi Seni Nusantara ini bertujuan melakukan inovasi pertunjukan Wayang Kancil dengan penggarapan bayangan seperti Wayang Sandosa, berbahasa Indonesia, dan menggunakan sentuhan animasi digital.

Hal ini dilakukan agar semua siswa-siswi Sanggar Seni Madangkara terlibat dalam kekaryaan ini.

Wayang Kancil dipilih karena dunia binatang lebih mudah dipahami oleh anak-anak daripada cerita Mahabarata, Ramayana, ataupun cerita babad atau Sejarah.

Bacaan Lainnya

Di samping itu dari segi bahasa Wayang Kancil menggunakan Bahasa Jawa sehari-hari atau ngoko ataupun Bahasa Indonesia, sehingga mudah dipelajari dan pesan yang disampaikan juga mudah diterima oleh anak-anak.

Kegiatan bedah naskah Lakon Jagad Garing tersebut dihadiri oleh akademisi ISI Surakarta dan beberapa dalang serta pengurus Sanggar Madhangkara. Ketua PISN, Dr. Jiyanto,M.Ag. hadir bersama anggota di antaranya Ki Bimo Kuncoro, M.Sn. dosen Prodi Seni Pedalangan sekaligus sebagai penyusun naskah Jagad Garing, Nyi Sri Harti Kenik Asmorowati, M.Sn. dalang Wanita dosen Prodi Seni Pedalangan sebagai tim produksi, Dr. Anung Rachman, ST., M.Kom. sebagai animator, Ahmad sebagai desainer, serta Akbar Sabilillah dari bidang film dan televisi.

Dari pihak mitra, hadir Ki Cahyo Kuntadi, M.Sn. yang akan bertindak sebagai sutradara, Ki Gendut Dwi Suryanto, M.Sn. sebagai pengarah acara, Ki Ajimas, S.Pd sebagai penata sabet, Ki Prastiyo, S.Sn sebagai penata iringan, Ki Yudha Ibnu Muttaqin, S.Sn. dan Gelar Pamayang sebagai tim perlengkapan wayang, dan beberapa pengurus lainnya.

Kegiatan Bedah Naskah merupakan tahap penting yang harus dilakukan dalam proses ” menuju pementasan wayang inovasi bertajuk Inovasi Wayang Kancil Lakon Jagad Garing, Berbasis Animasi Digital sebagai Model Pendidikan Ekoteologi bagi Dalang Anak di Sanggar Seni Madangkara Karanganyar.

Bedah naskah ini bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh tim dalam merumuskan alur cerita yang menarik, edukatif, dan sarat nilai ekoteologi. Melalui proses ini, diharapkan pesan moral yang berkaitan dengan kesadaran lingkungan dan nilai-nilai spiritual dapat tersampaikan secara efektif kepada khalayak, khususnya generasi dalang anak,” tutur Ketua PISN, Dr. Jiyanto. M.Ag.

Pertemuan ini menjadi forum strategis dan koordinasi awal dalam pembagian tugas dan tanggung jawab (job description) secara jelas di antara seluruh pihak yang terlibat. Dengan demikian, seluruh rangkaian kegiatan pementasan diharapkan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan terkoordinasi dengan baik.

Menurut Ki Cahyo Kuntadi, karya ini akan dipentaskan pada awal Juli mendatang dalam rangkaian acara Kampung Wayang Jaten, tutur pemilik Sanggar Seni Madhangkara.
Kegiatan PISN ini mencerminkan komitmen kolaboratif antara akademisi, seniman, dan mitra komunitas dalam mengembangkan inovasi seni berbasis nilai-nilai kearifan lokal dan kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan teknologi digital. Pastinya penasaran kan, seperti apa karya yang dihasilkan?

™Tunggu tanggal mainnya ya, kami akan berkolaburasi dengan anak-anak di Sanggar Seni Madhangkara,™ pungkas dalang putri, Nyi Kenik Asmorowati.





Pos terkait