Katingan, Kalteng | intip24news.com –
Kebakaran hebat menghanguskan kawasan Pasar Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah pada Minggu malam, sekira pukul 21.20 WIT menarik perhatian media internasional.
Api melalap permukiman dan fasilitas umum di wilayah itu, tepatnya di Jalan Bungai, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah diduga akibat korsleting listrik di bagian belakang salah satu kios.
Akun berita global Disaster News melalui platform X (@Top_Disaster) mengunggah cuplikan video kebakaran tersebut dengan narasi “Massive fire engulfed a residential area at Kasongan Market in Katingan Regency, Indonesia”.
Unggahan tersebut telah disaksikan oleh jutaan pasang mata, menunjukkan skala bencana yang cukup masif di mata publik mancanegara.
Dalam video yang diunggah di akun tersebut, terlihat pemandangan yang mencekam di mana api merah menyala melalap area yang sangat luas.
Langit malam yang gelap berubah menjadi oranye terang akibat kobaran api dan asap tebal yang membubung tinggi. Ratusan tiang bangunan yang tersisa tampak seperti arang di tengah lautan api, menggambarkan betapa cepat dan panasnya kebakaran tersebut menghanguskan material bangunan di sana.
Meski sebelumnya sempat dilakukan upaya pemadaman, situasi di lapangan kembali menegang. Berdasarkan laporan terbaru, api kembali menyala pada Senin malam, 26 Januari 2026, pukul 23.21 WIB.
Munculnya titik api baru ini diduga dipicu oleh material sisa kebakaran yang masih menyimpan panas, ditambah hembusan angin yang membuat bara kembali berkobar. Petugas pemadam kebakaran dan relawan dilaporkan kembali berjaga dan melakukan upaya pendinginan ekstra untuk memastikan api tidak merembet ke area yang tersisa.
Sebanyak 17 bangunan yang terdiri dari kios, barak, hingga sekolah ludes terbakar. Dua sekolah itu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Katingan serta tiga ruang kelas Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al Badar.
“Untuk data sementara yang kami himpun, ada sekitar 17 bangunan yang hangus terbakar. Data ini bisa saja berubah. Saat ini kami masih mengumpulkan data,” kata Bupati Katingan, Saipul, usai meninjau lokasi kebakaran, Senin (26/1/2026) dilansir Antara.
Saipul menjelaskan, berdasarkan informasi awal dari petugas pemadam kebakaran, api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian belakang salah satu kios. Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berada di sekitarnya.

“Informasi sementara akibat korsleting listrik. Tapi kita menunggu informasi lebih lanjut dari petugas terkait penyebab pasti kebakaran tersebut,” ucapnya.
“Saat ini kami masih melakukan pengumpulan data yang akurat terkait jumlah korban dari musibah ini sehingga bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran,” tutup Saipul.
Kepala Pelaksana BPBD Katingan, Markus menjelaskan penyebab kebakaran diduga arus pendek listrik. Pemadaman butuh waktu selama tujuh jam, sejak Minggu malam pukul 21.00 WIB hingga padam pada Senin pagi dini hari.
“Diduga akibat adanya korslet arus pendek. Api sudah bisa dipadamkan tadi malam hingga pagi dini hari,” kata Markus, dilansir detikKalimantan, Selasa (27/1/2026).

Dalam upaya pemadaman, diturunkan hingga 5.000 liter air Water Supply. Untuk informasi awal, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Polsek Katingan Hilir kini tengah menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Lurah Kasongan Lama, Zainal Fahrudin, mengatakan titik kebakaran bermula di Jalan Bungai RT.007 RW.004, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir. Api diduga berasal dari salah satu warung di kompleks tersebut. Namun angin kencang membuat kebakaran merambat dengan cepat hingga ke kawasan pemukiman rumah warga hingga bangunan ruko.
Sebanyak 15 bangunan rumah dan ruko hangus terbakar. Dua gedung sekolah MIN dan MTs Al Badar Kasongan yang berada di dekat TKP juga ikut terdampak.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, puluhan warga terdampak secara material. Ratusan siswa juga harus pindah ruang kelas untuk kegiatan sekolah.
Dalam pada itu, Kasatreskrim Polres Katingan Iptu Gusti Adabi menjelaskan pihaknya kini sedang melakukan penanganan pada peristiwa tersebut. Ia menjelaskan Pasar Kasongan saat ini telah dipasang garis polisi.
“Untuk saat ini kami masih melakukan proses penanganan dengan memasang police line di TKP tersebut,” ujarnya kepada awak media, Senin (26/1/2026).
Tim Puslabfor dikabarkan akan datang pada Selasa (27/1/2026). Gusti menerangkan beberapa barang bukti yang akan diinvestigasi antara lain abu sisa kebakaran, kabel-kabel yang masih tersisa, serta pusat meteran listrik.
Disorot Media Asing, Kebakaran Hebat Pasar Kasongan Kalbar
Katingan, Jalbar | intip24news.com –
Kebakaran hebat menghanguskan kawasan Pasar Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah pada Minggu malam, sekira pukul 21.20 WIT menarik perhatian media internasional.
Api melalap permukiman dan fasilitas umum di wilayah itu, tepatnya di Jalan Bungai, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah diduga akibat korsleting listrik di bagian belakang salah satu kios.
Akun berita global Disaster News melalui platform X (@Top_Disaster) mengunggah cuplikan video kebakaran tersebut dengan narasi “Massive fire engulfed a residential area at Kasongan Market in Katingan Regency, Indonesia”.
Unggahan tersebut telah disaksikan oleh jutaan pasang mata, menunjukkan skala bencana yang cukup masif di mata publik mancanegara.
Dalam video yang diunggah di akun tersebut, terlihat pemandangan yang mencekam di mana api merah menyala melalap area yang sangat luas.
Langit malam yang gelap berubah menjadi oranye terang akibat kobaran api dan asap tebal yang membubung tinggi. Ratusan tiang bangunan yang tersisa tampak seperti arang di tengah lautan api, menggambarkan betapa cepat dan panasnya kebakaran tersebut menghanguskan material bangunan di sana.
Meski sebelumnya sempat dilakukan upaya pemadaman, situasi di lapangan kembali menegang. Berdasarkan laporan terbaru, api kembali menyala pada Senin malam, 26 Januari 2026, pukul 23.21 WIB.
Munculnya titik api baru ini diduga dipicu oleh material sisa kebakaran yang masih menyimpan panas, ditambah hembusan angin yang membuat bara kembali berkobar. Petugas pemadam kebakaran dan relawan dilaporkan kembali berjaga dan melakukan upaya pendinginan ekstra untuk memastikan api tidak merembet ke area yang tersisa.
Sebanyak 17 bangunan yang terdiri dari kios, barak, hingga sekolah ludes terbakar. Dua sekolah itu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Katingan serta tiga ruang kelas Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al Badar.
“Untuk data sementara yang kami himpun, ada sekitar 17 bangunan yang hangus terbakar. Data ini bisa saja berubah. Saat ini kami masih mengumpulkan data,” kata Bupati Katingan, Saipul, usai meninjau lokasi kebakaran, Senin (26/1/2026) dilansir Antara.
Saipul menjelaskan, berdasarkan informasi awal dari petugas pemadam kebakaran, api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian belakang salah satu kios. Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berada di sekitarnya.
“Informasi sementara akibat korsleting listrik. Tapi kita menunggu informasi lebih lanjut dari petugas terkait penyebab pasti kebakaran tersebut,” ucapnya.
“Saat ini kami masih melakukan pengumpulan data yang akurat terkait jumlah korban dari musibah ini sehingga bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran,” tutup Saipul.
Kepala Pelaksana BPBD Katingan, Markus menjelaskan penyebab kebakaran diduga arus pendek listrik. Pemadaman butuh waktu selama tujuh jam, sejak Minggu malam pukul 21.00 WIB hingga padam pada Senin pagi dini hari.
“Diduga akibat adanya korslet arus pendek. Api sudah bisa dipadamkan tadi malam hingga pagi dini hari,” kata Markus, dilansir detikKalimantan, Selasa (27/1/2026).
Dalam upaya pemadaman, diturunkan hingga 5.000 liter air Water Supply. Untuk informasi awal, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Polsek Katingan Hilir kini tengah menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Lurah Kasongan Lama, Zainal Fahrudin, mengatakan titik kebakaran bermula di Jalan Bungai RT.007 RW.004, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir. Api diduga berasal dari salah satu warung di kompleks tersebut. Namun angin kencang membuat kebakaran merambat dengan cepat hingga ke kawasan pemukiman rumah warga hingga bangunan ruko.
Sebanyak 15 bangunan rumah dan ruko hangus terbakar. Dua gedung sekolah MIN dan MTs Al Badar Kasongan yang berada di dekat TKP juga ikut terdampak.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, puluhan warga terdampak secara material. Ratusan siswa juga harus pindah ruang kelas untuk kegiatan sekolah.
Dalam pada itu, Kasatreskrim Polres Katingan Iptu Gusti Adabi menjelaskan pihaknya kini sedang melakukan penanganan pada peristiwa tersebut. Ia menjelaskan Pasar Kasongan saat ini telah dipasang garis polisi.
“Untuk saat ini kami masih melakukan proses penanganan dengan memasang police line di TKP tersebut,” ujarnya kepada awak media, Senin (26/1/2026).
Tim Puslabfor dikabarkan akan datang pada Selasa (27/1/2026). Gusti menerangkan beberapa barang bukti yang akan diinvestigasi antara lain abu sisa kebakaran, kabel-kabel yang masih tersisa, serta pusat meteran listrik.
“Besok (Selasa) rencananya dari Puslabfor Banjarmasin datang untuk mencari bukti-bukti forensik. Kami masih mencari titik awal munculnya api. Beberapa menjadi barang bukti seperti kabel-kabel yang tersisa di sana, serta pusat meterannya,” jelasnya.



















































