Menlu Irlandia: Israel Segera Akhiri Aneksasi De Facto Atas Palestina

INTIP24NEWS | JAKARTA – Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney mengutuk apa yang dia gambarkan sebagai perlakuan Israel yang “secara nyata tidak setara” terhadap rakyat Palestina. Pemerintah Irlandia dalam hal ini mendukung mosi parlemennya yang mengutuk “aneksasi de facto” atas tanah Palestina oleh otoritas Israel.

“Skala, kecepatan, dan sifat strategis dari tindakan Israel pada perluasan pemukiman dan maksud di baliknya telah membawa kami ke titik di mana kami harus jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. … Ini adalah aneksasi de facto,” Coveney mengatakan kepada parlemen.

“Kami adalah negara Uni Eropa pertama yang melakukannya. Tapi itu mencerminkan keprihatinan besar yang kami miliki tentang maksud dari tindakan tersebut dan tentu saja, dampaknya,” dia berkata.

Sebagian besar negara memandang permukiman yang dibangun Israel di wilayah yang direbut dalam perang Timur Tengah 1967 sebagai ilegal dan sebagai penghalang perdamaian dengan Palestina.

Bacaan Lainnya

Namun dia juga bersikeras, menambahkan kecaman atas serangan roket baru-baru ini di Israel oleh kelompok militan Palestina Hamas sebelum dia menyetujui dukungan pemerintah untuk mosi tersebut, yang telah diajukan oleh partai oposisi Sinn Fein.

Israel mengutip hubungan sejarah dan alkitabiah ke Tepi Barat dan sekitar 450.000 pemukimnya tinggal di sana, di antara 3 juta orang Palestina. Israel juga menyangkal adanya pelanggaran sistematis terhadap hak asasi manusia Palestina.

Mosi itu muncul beberapa hari setelah gencatan senjata mengakhiri 11 hari pertempuran terburuk antara militan Palestina dan Israel dalam beberapa tahun. Kekerasan itu memicu protes besar pro-Palestina di Dublin.

Sinn Fein menolak untuk mendukung amandemen pemerintah yang mengutuk serangan Hamas.

“Tindakan teror oleh Hamas dan kelompok militan lainnya dalam menembakkan roket tanpa pandang bulu ke Israel … tidak bisa dibenarkan,” kata Coveney.

Sumber : Reuters

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *