Rupiah Naik Tipis Setelah Anjlok Dekati Rp17.000 Terhadap US Dolar

JAKARTA | INTIP24 News – Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Sementara rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis (15/1/2026) menguat tipis 0,02 persen ke level Rp 16.862 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya rupiah anjlok pada posisi penutupan sebelumnya di level Rp 16.865 per dolar AS.

Analis pasar keuangan menilai meskipun menguat tipis, rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS.

Hal tersebut dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat, termasuk penjualan ritel dan sektor perumahan, yang lebih kuat dari perkiraan.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pergerakan dolar AS turut didukung oleh pernyataan hawkish dari sejumlah pejabat bank sentral AS, Federal Reserve.

Sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,04 persen, won Korea Selatan turun 0,17 persen, yen Jepang melemah 0,01 persen, baht Thailand melemah 0,12 persen, sementara dolar Singapura menguat 0,20 persen.

Rupiah juga tercatat menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Terhadap poundsterling Inggris, rupiah menguat 0,01 persen ke level Rp 22.641, dan terhadap dolar Australia naik 0,04 persen ke posisi Rp 11.259.

Bank Indonesia diharapkan kembali melakukan intervensi sehingga rupiah berpeluang berbalik menguat.

Diproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 16.950 per dolar AS.



Pos terkait