Sejarah Negara Israel, Konflik dan Perseteruan dengan Bangsa Palestina (Bag 2)

INTIP24NEWS.COM – Pada artikel Sejarah Negara Israel, Konflik dan Perseteruan dengan Bangsa Palestina (Bag I) dijelaskan bahwa kehadiran bangsa Yahudi di tanah Palestina didasari “Deklarasi Balfour”. Deklarasi itu menyebut bahwa Inggris akan mengupayakan Palestina sebagai rumah bagi bangsa Yahudi.

Deklarasi Balfour ini kemudian dimasukkan ke dalam Perjanjian Damai Sevres pada 10 Agustus 1920, antara Ottoman Turki dan sekutu di pengujung Perang Dunia I.

Perjanjian ini mengatur pembagian wilayah milik Kekaisaran Ottoman Turki, sekaligus menandai keruntuhan kekaisaran itu. Pembagian ini meliputi wilayah Mandat Perancis, seperti Suriah dan Lebanon. Sementara Irak dan Palestina berada di bawah Mandat Inggris.

Inggris kemudian menempatkan Faisal, putra pemimpin Mekkah Hussein bin Ali, sebagai Raja Irak.

Bacaan Lainnya

Palestina dibagi dua, sebelah timur menjadi Transjordania yang diberikan kepada Abdullah, putra lain Hussein bin Ali. Bagian barat yang tetap dinamai Palestina berada langsung di bawah kendali Inggris.

Selama masa Mandat Palestina ini, gelombang imigrasi Yahudi ke Palestina bertumbuh secara signifikan. Selain karena mendapat perlindungan Inggris, imigrasi Yahudi ini didorong maraknya gerakan anti-Semit di Eropa. Antara lain di Ukraina, di mana setidaknya 100.000 orang Yahudi tewas dibunuh pada 1905.

Pada 1919-1926 sedikitnya 90.000 imigran Yahudi tiba di Palestina. Mereka langsung menempati komunitas-komunitas Yahudi yang didirikan di atas tanah yang telah dibeli secara legal oleh agen-agen Zionis dari para tuan tanah Arab.

Tak jarang pembelian tanah ini menggusur para petani penggarap Arab. Kondisi ini membuat warga Arab Palestina merasa disingkirkan. Perasaan tersingkir ditambah keinginan menentukan nasib sendiri semakin menumbuhkan gerakan nasionalisme Palestina.





Pos terkait