Serangan AS-Israel: 201 Tewas, Iran Balas Serang Israel, UEA, Arab Saudi, Bahrain, hingga Kuwait

INTIP24 News – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan militer AS-Israel telah melancarkan gelombang serangan udara untuk menumbangkan rezim pemerintahan Iran pada Sabtu pagi di tengah upaya perundingan dan pengerahan armada laut di kawasan itu.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan AS dan Israel telah menyerang sasaran militer dan sipil, yang “secara terang-terangan melanggar” integritas wilayah dan kedaulatan negara tersebut.

Militer Iran langsung melancarkan gelombang serangan balasan terhadap Israel dan sejumlah sasaran ke negara yang mendukung serangan AS-Israel.

Dilaporkan Bulan Sabit Merah Iran sebanyak 201 orang tewas di Iran dalam serangan AS-Israel.
Seorang juru bicara mengatakan kepada Mehr News Agency bahwa serangan tersebut telah melanda 24 provinsi Iran, melukai 747 orang lainnya.

Bacaan Lainnya

Rudal balasan Iran menimbulkan ledakan di Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait, yang semuanya menampung aset militer AS. 

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan pada Sabtu pagi, Moskow mengutuk apa yang mereka sebut sebagai “tindakan agresi bersenjata yang direncanakan dan tidak beralasan terhadap negara anggota PBB yang berdaulat dan independen.”

Inggris, Perancis, dan Jerman mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan balasan Iran terhadap negara-negara tetangga, namun tidak memberikan dukungan penuh terhadap serangan AS-Israel terhadap Iran.

Ledakan terdengar di seluruh Doha, Qatar, ketika Iran melancarkan gelombang baru serangan balasan terhadap pangkalan militer AS sebagai tanggapan atas serangan gabungan AS-Israel.

Menurut pejabat kementerian dalam negeri Qatar yang berbicara kepada Reuters, serangan tersebut mengakibatkan 8 orang terluka.

Sebuah proyektil, yang diyakini sebagai drone kamikaze milik keluarga Shahed Iran, telah menghantam sebuah gedung bertingkat di ibu kota Bahrain, Manama, menurut rekaman yang beredar online.

Setelah gedung pencakar langit tersebut mengalami kerusakan di lantai atasnya, api dengan cepat menyebar ke seluruh bagian luarnya, menurut video tersebut.

Iran telah menyerang pangkalan militer AS di kota Erbil, Kurdistan Irak, kantor berita Tansnim melaporkan.

Rekaman yang diedarkan oleh badan tersebut menunjukkan sebuah proyektil menghantam instalasi dan memicu api besar di tanah.  

Serangan itu sendirii mendapat penenrangan dari dalam negeri AS. Mantan Wakil Presiden dan calon presiden AS Kamala Harris mengecam keras serangan terhadap Iran, dan mencapnya sebagai “pertaruhan yang berbahaya dan tidak perlu terhadap nyawa orang Amerika.” 

Konflik baru yang dilancarkan oleh Presiden AS Donald Trump adalah “kecerobohan yang dibalut sebagai tekad”, yang pasti akan membahayakan “stabilitas di kawasan ini dan kedudukan kita di dunia.” 

“Donald Trump menyeret Amerika Serikat ke dalam perang yang tidak diinginkan rakyat Amerika. Izinkan saya menjelaskannya: Saya menentang perang pergantian rezim di Iran, dan pasukan kita berada dalam bahaya demi perang pilihan Trump,” kata Harris dalam sebuah pernyataan.  

“Selama kampanye, Donald Trump berjanji untuk mengakhiri perang, bukan memulainya. Itu bohong. Lalu tahun lalu, dia mengatakan ‘kami melenyapkan’ program nuklir Iran. Itu juga bohong,” tambahnya.

Terkini, PM Israel Benjamin Netanyahu mengklaim semakin banyak tanda-tanda bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei “tidak ada lagi”, menurut media Israel.

Netanyahu juga mengklaim bahwa Israel membunuh komandan IRGC, pejabat senior rezim Iran, dan pejabat senior nuklir, dan bahwa dalam beberapa hari mendatang, “kami akan menyerang ribuan sasaran rezim teror.”

Ia mengatakan bahwa Israel akan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk “membebaskan diri dari belenggu kediktatoran.”

Operasi melawan Iran “akan terus berlanjut selama diperlukan,” tambah Netanyahu, “dan stamina diperlukan.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran atas pernyataan Netanyahu.

Source: RT News
Editor: Hasan Munawar

Pos terkait