INTIP24NEWS.COM – Tentara Amerika Serikat, Saudi Arabia dan Sekutu telah ditempatkan di Timur Tengah dalam siaga tinggi menyusul kecemasan Arab Saudi bahwa Iran akan segera menyerang wilayahnya.
Surat kabar Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa pejabat Arab Saudi telah memperingatkan para pejabat intelijen Amerika Serikat tentang serangan yang akan segera terjadi di wilayahnya dari Iran pada hari Selasa.
Tidak ada rincian intelijen yang dimaksud yang diungkapkan oleh surat kabar itu, namun pasukan AS, Saudi dan Sekutu di Timur Tengah dilaporkan telah ditempatkan dalam siaga tinggi.
“Iran akan menyerang Saudi dan kota Erbil di Irak, tempat di mana pasukan AS ditempatkan,” kata para pejabat di Teheran, seperti ditulis WSJ.
Dalam pada itu, Sekretaris Pers Pentagon Patrick Ryder mengatakan kepada wartawan bahwa AS “prihatin dengan situasi ancaman”, seraya menegaskan “AS memiliki hak untuk melindungi dan membela diri di mana pun pasukan kita bertugas, baik di Irak atau di tempat lain.”
Sama seperti Wall Street Journal, harian Ryder tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang dugaan ancaman tersebut.
Pasukan Iran telah menyerang Erbil pada beberapa kesempatan tahun ini, menembakkan selusin rudal balistik di kota tersebut pada bulan Maret dan meluncurkan lebih banyak rudal dan drone sejak akhir September lalu.
Teheran beralasan bahwa serangan terbarunya itu ditujukan pada kelompok teroris Kurdi yang beroperasi di dekat kota Irak.
Iran menuduh kekuatan asing, khususnya AS, Israel, dan Arab Saudi, telah menghasut gelombang demonstrasi anti-pemerintah di seluruh negeri dalam beberapa pekan terakhir.
Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, Jenderal Hossein Salami, secara terbuka menuduh Riyadh mencampuri urusan internal melalui liputan media tentang protes tersebut.
“Anda terlibat dalam masalah ini dan tahu bahwa Anda rentan,” kata Salami memperingatkan Saudi, seperti dilansir WSJ.
Sumber: RT
Editor: Hasan M
















































