AS Lancarkan Operasi Besar ke Venezuela, Tangkap Presiden Maduro dan Istrinya

“Serangan yang tidak dapat dibenarkan ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional serta ancaman nyata bagi perdamaian dan stabilitas di Amerika Latin dan kawasan Karibia. Tindakan tersebut adalah bentuk penyerangan terhadap kedaulatan kami dan upaya untuk merebut sumber daya strategis serta melemahkan kemerdekaan bangsa kami.”

Kedubes Venezuela menambahkan, “Kami menyerukan kepada seluruh gerakan sosial dan politik untuk bersatu dalam mengecam agresi imperialis ini.

Mobilisasi dan solidaritas sangat dibutuhkan pada saat yang krusial ini untuk mempertahankan tanah air, martabat bangsa, serta hak kami untuk menentukan nasib sendiri. Bersama-sama, kita akan melawan dan mengatasi tantangan ini.”

Sementara itu, reaksi dan tanggapan atas serangan itu datang sejumlah negara.

Bacaan Lainnya

Kementerian Luar Negeri Iran secara tegas mengutuk agresi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela yang dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah negara tersebut.

Kutukan itu dikeluarkan pada Sabtu (3/1/2026), menyusul serangan militer AS ke sejumlah wilayah di Venezuela, termasuk ibu kota Caracas serta Negara Bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Informasi mengenai serangan tersebut disampaikan oleh pemerintah Venezuela pada hari yang sama.

Kuba dan Kolombia telah menyatakan keprihatinan yang kuat atas serangan AS terhadap Venezuela setelah beberapa ledakan terdengar di ibu kota negara tersebut.

AS Lancarkan Operasi Besar ke Venezuela, Tangkap Presiden Maduro dan Istrinya

Pernyataan tersebut muncul pada Sabtu pagi setelah beberapa ledakan di Caracas, dengan laporan tentang pesawat tempur, helikopter, dan kemungkinan drone beroperasi di ibu kota.

Pemerintah Venezuela mengatakan bahwa mereka adalah korban dari “agresi militer besar-besaran” yang dilakukan AS, dan menuduh Washington menyerang lokasi sipil dan militer di Caracas dan negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira di dekatnya.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam apa yang mereka sebut sebagai tindakan “agresi bersenjata” AS terhadap Venezuela pada hari Sabtu, dan menyerukan untuk menahan diri dan memberikan peringatan terhadap eskalasi lebih lanjut.

Menteri Luar Negeri Yvan Gil menuduh Washington berusaha menguasai sumber daya alam negara Amerika Latin tersebut.





Pos terkait