JAKARTA | INTIP24 News – Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (6/11) yang menimbulkan puluhan korban luka memicu tanggapan dari berbagai pihak. Diantaranya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi X DPR RI.
MUI melalui Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) KH Arif Fahrudin, meminta agar aparat mengusut tuntas peristiwa ledakan bom yang terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta Utara.
“MUI mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas motif aksi teror tersebut dan menghukum seberat-beratnya pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaannya,” kata KH Arif Fahrudin, dalam keterangannya, Sabtu (8/11/2025).
Selain itu, MUI juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ledakan bom rakitan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta Utara. Menurut Arif, aksi ledakan bom rakitan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap tempat ibadah, sehingga tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apapun.
Dalam sisi mitigasi pasca peristiwa, MUI mendorong pemerintah untuk mengambil langkah cepat dan prioritas dalam penanganan para korban terluka, termasuk mengobati trauma psikis korban.
Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menekankan pentingnya pemulihan kondisi fisik dan psikologis para korban, baik siswa maupun tenaga pendidik yang terdampak insiden ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta.
Hetifah menilai, pascakejadian, dukungan moral dan pendampingan emosional sangat dibutuhkan agar korban dapat pulih dari trauma atau trauma healing.
“Saya sangat berduka atas peristiwa ini. Tidak seharusnya lingkungan pendidikan menjadi tempat yang menimbulkan ancaman bagi keselamatan siswa dan guru. Saya mendesak aparat keamanan untuk mengusut tuntas insiden ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” tegas Hetifah kepada media di Jakarta. Sabtu 8 November 2025.
Hetifah juga menekankan pentingnya pemulihan kondisi fisik dan psikologis para korban. Baik siswa maupun tenaga pendidik yang terdampak. Ia menilai, pascakejadian seperti ini, dukungan moral dan pendampingan emosional sangat dibutuhkan agar proses belajar dapat segera pulih dengan aman.
Sebagai pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Hetifah menegaskan, keamanan sekolah harus menjadi prioritas nasional. Ia mendorong pemerintah daerah dan seluruh satuan pendidikan memperkuat sistem pengawasan serta prosedur keselamatan di lingkungan sekolah.
“Sekolah seharusnya menjadi tempat yang paling aman bagi anak-anak kita. Karena itu, setiap pihak harus memastikan protokol keamanan dijalankan dengan serius,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menyampaikan dukacita dan keprihatinan atas musibah yang terjadi di SMAN 72 Jakarta.
“Lokasi kejadian di SMAN 72 Jakarta yang berada di Kompleks Perumahan TNI AL Kelapa Gading,” ujar Tunggul dalam keterangannya, Jumat.
Pejabat bintang satu itu menegaskan, TNI AL memberikan pertolongan pertama dengan mengevakuasi korban di tempat kejadian perkara (TKP).
“(Dievakuasi) Ke Balai Kesehatan Kompleks Perumahan Kelapa Gading TNI AL. Kemudian, dirujuk ke RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi Cempaka Putih, dan Puskesmas Kelapa Gading,” ungkap dia.
Sejauh ini, TNI dan Polri masih dalam penyelidikan untuk mengetahui kronologi dan penyebab ledakan. “Terkait data maupun informasi perkembangan selanjutnya akan disampaikan apabila sudah ada data yang valid,” tegas dia.
Kabar terakhir yang berhasil dihimpun, 21 dari 54 siswa yang terdampak ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sudah dipulangkan dari rumah sakit. “Dari 54, tinggal 33, 21 sudah pulang dalam kondisi, alhamdulillah sudah baik,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto, kepada wartawan, Jumat.
Saat ini, 27 korban masih dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta, dan enam lainnya di Rumah Sakit Yarsi. Mayoritas korban mengalami masalah pada pendengaran akibat suara dentuman ledakan yang terlalu dekat.

























































