INTIP24NEWS – Beijing memperingatkan Washington bahwa mereka akan mengambil tindakan tegas dan kuat jika Ketua DPR AS Nancy Pelosi berencana mengunjungi Taiwan. Hal itu diutarakan Kementerian Luar Negeri China pada hari Selasa.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan bahwa itu akan memiliki “dampak besar” pada hubungan Tiongkok-Amerika.
“Jika Pelosi mengunjungi Taipei, dia akan melanggar kebijakan ‘Satu China’ dan perjanjian yang ada antara Washington dan Beijing.” Kata Zhao Lijian.
“China dengan tegas menentang ini karena akan berdampak besar pada landasan politik hubungan bilateral,” inbuh Zhao.
Zhao menjelaskan, “jika AS bersikeras untuk mengambil jalan yang salah, China akan mengambil langkah tegas dan kuat untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorialnya. Semua konsekuensi berikutnya akan ditanggung oleh pihak AS.”
Sebelumnya pada hari Selasa, dilansir dari Financial Times, mengutip dari sumber yang pro AS, bahwa ketua DPR AS berencana mengunjungi Taiwan untuk menunjukkan dukungan di tengah tekanan yang diberikan Beijing di pulau itu.
Jika perjalanan itu dilakukan, Pelosi akan menjadi anggota parlemen AS paling senior yang menginjakkan kaki di Taiwan dalam lebih dari 20 tahun terakhir.
Ketua DPR AS yang pernah mengunjungi pulau itu adalah Newt Gingrich dari Partai Republik pada tahun 1997.
Zhao Lijian juga menunjukkan bahwa China bersikeras menentang hubungan resmi antara AS dan Taiwan.
“Kongres adalah bagian dari aparatur negara AS.
Ini berarti harus berdiri teguh dengan kebijakan ‘Satu China’ yang ditempuh oleh Amerika Serikat,” katanya.
Pada saat yang sama, Financial Times melaporkan, Gedung Putih telah menyuarakan keprihatinan tentang kunjungan di waktu yang sensitif untuk China, sehubungan bertepatan dengan peringatan 95 tahun berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat 1 Agustus.
Seperti diketahui, Taiwan memiliki pemerintahan sendiri sejak berakhirnya perang saudara China pada tahun 1949, ketika para nasionalis yang kalah melarikan diri ke pulau itu.
Beijing menganggap provinsi itu sebagai bagian dari wilayahnya sendiri di bawah kebijakan Satu China.
Pada saat yang sama, sementara menyetujui kebijakan Satu China di atas kertas, Washington mempertahankan hubungan tidak resmi yang kuat dengan Taipei, menjual senjata ke pulau itu dan secara diam-diam mendorong untuk kedaulatan.
Beijing telah berulang kali mengecam kontak semacam itu sebagai provokasi dan campur tangan dalam urusan internal China.
Sumber: RT
Editor: Hasan M
















































