Susi Dwi Harijanti
Ia merupakan Ketua Kelompok Kerja Reformasi Sektor Peraturan Perundang-undangan Tim Percepatan Reformasi Hukum yang dibentuk Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Susi menyelesaikan gelar Sarjana dari Fakultas Hukum UNPAD pada 1990 silam. Ia meraih gelar Master dan Doktor dari Melbourne University Law School dengan beasiswa dari Pemerintah Australia.
Bayu Dwi Anggono
Bayu Dwi Anggono merupakan dosen sekaligus guru besar dalam bidang Ilmu Perundang-undangan di Universitas Jember (UNEJ). Dilansir dari laman resmi Unej, saat ini Bayu menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum di universitas tersebut.
Selain itu, dia Bayu juga adalah Sekjen Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (AP HTN-HAN).
Pria kelahiran Sidoarjo, 23 Juni 1981 itu termasuk orang yang diperhitungkan dalam Bidang Ilmu Perundang-undangan. Dia kerap menjadi narasumber atau ahli di PTUN dan Mahkamah Konstitusi (MK).
Ahmad Taufan Damanik
Ahmad Taufan Damanik dikenal sebagai Ketua Komnas HAM periode 2017-2020. Sebelum memimpin lembaga itu, Taufan adalah dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara dari tahun 1987 hingga 2016.
Taufan juga banyak berkecimpung dalam aktivitas atau organisasi HAM, khususnya isu anak. Dia pernah dipercaya sebagai Indonesia Representative of Child Rights to the Asean Commission on the Promotion and Protection on the rights of Women and Children (ACWC) periode 2013-2016.
Taufan mendapat gelar S1 dari Universitas Sumatera Utara (lulus 1987). Kemudian dia melanjutkan kuliah di University of Essex,Inggris(lulus 2005).
Al Makin
Al Makin merupakan akademisi sekaligus sosiolog di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang fokus dalam studi keagamaan. Dilansir dari laman resmi UIN Sunan Kalijaga, Al Makin menjabat sebagi rektor di kampus tersebut sejak 2020 hingga 2024.
Al Makin cukup rajin menulis opini di media. Dia juga banyak menerbitkan penelitian dan artikel ilmiah terkait bidang keilmuannya.
Dia juga menerbitkan beberapa buku. Salah satunya berjudul.’ Membela yang Lemah demi Bangsa dan Ilmu, Keragaman, Minoritas, Khilafah, Kapitalisme Agama, dan Mazhab Yogya.’














































