YOGYAKARTA, 4 November 2026 – Dua akademisi sekaligus seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Dr. Cia’ Syamsiar dan Dr. Bagus Indrayana, sukses memamerkan karya seni terbaru mereka dalam ajang Pameran Seni Rupa Internasional MULTIFRAME#7. Eksibisi bergengsi ini berlangsung di Jogja Gallery, Yogyakarta, pada 24–29 Oktober 2026 lalu.
Mengusung tema “Cosmos as a Journey of Life and Visual Exploration”, pameran berskala internasional ini diinisiasi oleh Program Studi Seni Rupa, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Universitas Sebelas Maret (UNS). MULTIFRAME#7 berhasil mempertemukan 125 seniman dari 12 negara, terdiri atas 107 seniman Indonesia dan 18 seniman mancanegara.
Dalam pameran ini, Dr. Cia’ Syamsiar menampilkan karya lukisan teranyarnya yang berjudul “Sahabat dalam Senyap” (60 x 80 cm, akrilik dan minyak di atas kanvas). Lukisan yang didominasi warna merah ini menggambarkan hubungan emosional yang intim antara sosok perempuan dengan seekor kuda.
Terkait gagasan di balik karyanya, Dr. Cia’ Syamsiar mengungkapkan bahwa persahabatan sejati tidak melulu harus diartikulasikan lewat kata-kata.
“Karya ‘Sahabat dalam Senyap’ ini merupakan refleksi dari sebuah kedekatan dan hubungan emosional yang tulus, yang terjalin tanpa sekat bahasa verbal. Kehadiran yang tenang dan kesediaan untuk saling menemani justru kerap menjadi komunikasi yang paling bermakna, memberikan rasa aman serta kenyamanan di dalam keheningan,” ujar Dr. Cia’ Syamsiar.
Di sisi lain, Dr. Bagus Indrayana menghadirkan karya seni kriya kayu yang megah bertajuk “Keseimbangan” (120 x 60 cm) dengan memanfaatkan material utama kayu jati. Karya ini menampilkan komposisi unsur-unsur kayu yang saling menopang, berinteraksi, dan mengeksplorasi kontras tekstur serta serat alami kayu.

Dr. Bagus Indrayana menjelaskan bahwa karya kriya miliknya merupakan sebuah simbolisasi dari perjalanan hidup manusia.
“Lewat karya ‘Keseimbangan’ ini, saya ingin mengangkat esensi keseimbangan sebagai sebuah proses yang dinamis dan berkelanjutan dalam menyelaraskan berbagai dinamika hidup. Manusia dituntut untuk terus mengelola kekuatan dan kelemahan, aktivitas dan ketenangan, hingga kebutuhan material dan spiritual mereka demi terciptanya sebuah keharmonisan hidup,” jelas Dr. Bagus Indrayana.

Pameran MULTIFRAME#7 tahun ini menjadi istimewa karena melibatkan tiga kurator lintas negara, yaitu Sudjud Dartanto (Indonesia), Md Imran Hossen (Bangladesh), dan Sompron Taemprasit (Thailand). Keikutsertaan Dr. Cia’ Syamsiar dan Dr. Bagus Indrayana tidak hanya menjadi bukti produktivitas karya akademisi ISI Surakarta, tetapi juga memperkuat kontribusi kampus dalam jejaring kolaborasi seni rupa global serta memperluas ruang apresiasi seni di tingkat internasional.
Kontak Media:
Dr. Cia Syamsiar
No. HP/WhatsApp: +62 853-2575-4549
Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta










































