Fitria Minta Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka Ikut Promosikan Kota Cirebon

INTIP24NEWS || CIREBON – Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati mengharapkan para peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ikut mempromosikan Kota Cirebon ke masyarakat di daerahnya masing-masing.

“Bahwa Cirebon itu kota Seni Budaya yang mempunyai banyak peninggalan dari para leluhur. Kami ada keraton-keraton yang aktif sampai sekarang. Ada Gua Sunyaragi dan wisata ziarah di Makam Sunan Gunung Jati. Cirebon juga kaya wisata kuliner yakni nasi jamblang, empal gentong, tahu gejrot dan banyak lagi yang semuanya enak serta lezat,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Hal tersebut disampaikan Fitria Pamungkaswati dalam sambutannya di acara Penyuluhan Pentingnya Menjaga Lingkungan dan Mitigasi Bencana yang berlangsung di kawasan CUDP Kesenden pada Jumat (7 Januari 2022).

Kegiatan tersebut merupakan penerapan Diklat Modul Nusantara lewat Kegiatan Kontribusi Sosial. Hadir Dosen modul nusantara, Dr. Dede Dadang Mascita, M.Pd.

Bacaan Lainnya

Terkait Penyuluhan Pentingnya Menjaga Lingkungan dan Mitigasi Bencana, hadir dua pembicara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, M. Kartono dan Mela Fitriani Prawita, S.Sos.

Dalam kesempatan itu, Fitria Pamungkaswati kembali mengungkapkan apresiasinya terhadap program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon menjadi perguruan tinggi yang mendapat kepercayaan mendapat Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

Ada sebanyak 92 mahasiswa dari perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia yang menjalani program tersebut di UGJ.

Sebelumnya, dosen pembimbing dari UGJ, Siti Nur Hadiyati menerangkan, Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka sebagai salah satu wujud implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pertukaran Mahasiswa Merdeka khusus modul nusantara dilakukan untuk menumbukan rasa cinta mahasiswa terhadap keberagaman budaya tanah air serta mendorong penguatan dan perluasan kompetensi akademik mahasiswa,” paparnya.

Di Kota Cirebon, lanjut Siti Nur Hadiyati, UGJ menerima 92 mahasiswa yang mengikuti program tersebut secara offline selama 2 bulan.

“Mendikbudristek, Pak Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa cinta tanah air dan penguatan kompetensi merupakan modal dalam manapaki karier. Selain itu, mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan yang mengabdi untuk bangsa dan negara. Program ini bertujuan membangun toleransi di kalangan mahasiswa melalui ruang-ruang perjumpaan lewat aktivitas pertukaran mahasiswa dan eksplorasi keberagaman budaya Indonesia. Program ini memungkinkan pertukaran mahasiswa antar pulau, baik PTN ke PTS maupun sebaliknya,” lanjut dia.

Disampaikan Siti Nur Hadiyati, modul nusantara ada 4 jenis kegiatan utama. Pertama, kegiatan Kebhinekaan di mana mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan eksplorasi keberagamaan di perguruan tinggi penerima. Kedua, kegiatan inspirasi di mana mahasiswa berdiskusi dengan figur-figur inspiratif daerah.

Ketiga, kegiatan refleksi di mana mahasiswa merefleksikan pengalaman kegiatan kebhinekaan dan inspirasi. Keempat, kegiatan kontribusi sosial di mana mahasiswa melaksanakan kegiatan sosial yang kontribusi kepada masyarakat di daerah perguruan tinggi penerima. (Nur)

Pos terkait