Gempa Bumi M4,8 di Sumedang, Puluhan Rumah Warga Dilaporkan Rusak

Hingga kini pihaknya masih menunggu arahan BPBD untuk memastikan kapan pasien untuk dapat kembali ke ruangannya masing-masing.

Gempa terakhir tercatat pada pukul 20.34 WIB, BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo yang berpusat pada 6,85 Lintang Selatan, 107,93 derajat Bujur Timur atau sekitar 1,5 kilometer timur Kota Sumedang, Jawa Barat pada kedalaman 5 kilometer.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memastikan RSUD Sumedang mendapatkan perhatian khusus menyusul rentetan gempa yang tiga kali mengguncang wilayah tersebut di pengujung tahun 2023.

“Terjadi keretakan (bangunan). Bupati Sumedang barusan menyatakan bahwa beliau konsentrasi di RSUD dulu karena masih menunggu hasil assessment gedung. Kan itu bertingkat, ada yang retak,” kata Bey di Gedung Sate Minggu (31/12/2023) malam.

Bacaan Lainnya

Bey mengatakan saat ini pemerintah daerah setempat tengah melakukan pendataan kerusakan, termasuk evakuasi korban yang membutuhkan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Gempa terakhir tadi jam 20.30 WIB. Masih di data berapa kerusakan dan sebagainya. Jadi memang masih dipantau kerusakan apa saja. RSUD itu yang penting karena bangunan bertingkat. Hal lain di rumah-rumah masih menunggu hasil laporan,” ujarnya.

Bey menyampaikan pihaknya juga akan melakukan peninjauan pada hari Senin ini, guna memastikan kondisi masyarakat korban gempa bumi di Sumedang dan Pangandaran meski dikabarkan belum ada korban jiwa.

“Segera, paling besok saya akan meninjau,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tiga kali mengguncang Kabupaten Sumedang pada Minggu (31/12) yakni pukul 14.35 WIB berkekuatan 4,1 magnitudo, lalu pukul 15.38 WIB berkekuatan 3,4 magnitudo, dan terbaru pukul 20.34 WIB dengan 4,8 magnitudo.

Sebelumnya pada Minggu (31/12) siang gempa juga tercatat terjadi di Kabupaten Pangandaran pada pukul 11.52 WIB dengan kekuatan 5 magnitudo.

Pos terkait