Gempa di Jepang: JMA Umumkan Gempa Magnitudo 7,5 Disertai Peringatan Tsunami

JAKARTA | INTIP24 News – Gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang lepas pantai Prefektur Aomori di wilayah timur laut Jepang sekitar pukul 23.15 Senin waktu setempat. Peringatan tsunami dikeluarkan dan perintah evakuasi bagi penduduk di pesisir Hokkaido, Aomori, dan Iwate.

Japan Meteorological Agency (JMA) memperingatkan gelombang tsunami bisa mencapai ketinggian hingga 3 meter di beberapa wilayah pesisir.

Menurut laporan otoritas setempat, gelombang tsunami, beberapa saat kemudian sudah terpantau di beberapa pelabuhan. Di kota Urakawa, Hokkaido, gelombang setinggi sekitar 50 sentimeter tercatat dini hari ini.

Sementara itu, pemerintah pusat segera membentuk satgas darurat dan memerintahkan evakuasi penduduk serta peninjauan kerusakan dan potensi korban.

Bacaan Lainnya

Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengatakan bahwa pemerintah sedang mengumpulkan informasi mengenai korban jiwa dan kerusakan properti.

Pemerintah juga telah mendirikan kantor manajemen krisis di Kantor Perdana Menteri sebagai tanggapan atas gempa tersebut.

“Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 23.15 waktu setempat di Samudra Pasifik, sekitar 80 kilometer di lepas pantai Aomori, prefektur paling utara di pulau utama Jepang, Honshu,” menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), seperti dikutip dari 9News, Selasa 9 Desember 2025.

Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengimbau warga untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau berlindung di dalam gedung atau pusat evakuasi hingga peringatan dicabut. Setelah beberapa jam, JMA menurunkan peringatan menjadi peringatan tsunami.

Dalam pada itu, Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran menyatakan 23 orang terluka, termasuk satu orang yang mengalami luka serius.

“Sebagian besar korban tertimpa benda jatuh,” lapor NHK, seraya menambahkan bahwa beberapa orang terluka di sebuah hotel di Hachinohe dan seorang pria di Tohoku mengalami luka ringan ketika mobilnya jatuh ke dalam lubang.

Tim CNN di ibu kota Jepang, Tokyo, melaporkan merasakan getaran kuat selama gempa bumi, yang berlangsung lebih dari 30 detik.

Kihara mengatakan, pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut sedang melakukan pemeriksaan keamanan dan sejauh ini tidak ada masalah yang terdeteksi.

Ia kemudian memberi tahu wartawan bahwa kereta Shinkansen dan beberapa jalur lokal dihentikan sementara di beberapa bagian wilayah tersebut.

“Sekitar 800 rumah tanpa listrik,” kata Kihara.

Kemungkinan gempa susulan dalam beberapa hari mendatang juga diperingatkan. Disebutkan bahwa terdapat sedikit peningkatan risiko gempa berkekuatan 8 skala Richter dan kemungkinan tsunami yang terjadi di sepanjang pantai timur laut Jepang, dari Chiba, tepat di sebelah timur Tokyo, hingga Hokkaido.

Badan tersebut mengimbau warga di 182 kota di wilayah tersebut untuk memantau kesiapsiagaan darurat mereka dalam minggu mendatang.

90.000 penduduk disarankan untuk berlindung di pusat-pusat evakuasi, demikian pernyataan Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran.





Pos terkait