INTIP24NEWS | BANDUNG – Bagi warga Jawa Barat umumnya, bisa dipastikan mengenal sosok Drs. H. Tb. Dasep IPS. SH. BE. MSc. MBA., Pria berkumis kelahiran Ciamis, 1 November, 60 Tahun lalu ini adalah Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Barat. Kecintaanya terhadap Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Pancasila ini sudah tak diragukan lagi. Karena menurut suami dari Hj. Waty S Permana, Pemuda Pancasila mempunyai andil besar dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideology Negara ini dan perekat ke Bhinekaan bangsa.
Ketika intip24news.com menyambangi di kantornya di bilangan Jalan Pelajar Pejuang beberapa waktu lalu, ada hal yang menarik dari apa yang diungkapkan pria berkumis ini. Beliau mengungkapkan pentingnya pemuda-pemuda bangsa mempunyai motivasi dan tekad yang kuat untuk dapat berperan di dalam pembangunan bangsa dan negara bahkan wabil khusus untuk daerahnya sendiri.
Saat ditanya siapa tokoh pemuda di negeri ini yang dapat dijadikan contoh untuk memotivasi generasi kita sekarang ini, Mang Haji Dasep, begitu sapaan akrab beliau, dengan penuh semangat mengutarakan, “Erick Thohir.” Itulah nama yang disebutnya.
Kenapa Erick Thohir? Pertanyaan itu kembali disodorkan ke Mang Haji Dasep ingin mengungkap lebih jauh lagi. Lalu dengan santai tapi penuh keyakinan beliau mulai bercerita.
“Sosok Erick Thohir adalah seseorang yang memang memiliki semangat dan pejuang keras. Di mana tidak berhenti hanya di satu titik saja. Kiprahnya mulai dari media, olahraga, hingga dunia politik pun dimasukinya.” Ucap Kang Haji Dasep memulai ceritanya.
“Beliau memang bukan anak yang lahir dari keluarga kekurangan, tetapi Erick Thohir adalah anak pengusaha Astra Internasional Tbk, yang bernama Teddy Thohir. Sejak kecil beliau dan saudara-saudaranya sudah diajarkan untuk berjuang dalam dunia bisnis. Di jaman sekarang banyak anak yang hanya mengandalkan kekayaan orang tua mereka dan menunggu warisan.”
“Tetapi Erick Thohir berbeda, Erick serius berkomitmen untuk melanjutkan pendidikannya. Di mana beliau mengambil jurusan periklanan di US, tepatnya di Glendale University. Walaupun sudah mengambil kuliah di universitas bergengsi tersebut, Erick tidak langsung puas. Melainkan lanjut kuliah lagi di National University California. Kemudian berhasil menyabet gelar master pada jurusan Administrasi Bisnis.” Ungkap Mang Haji Desap.
Sejururus kemudian ia melanjutkan, “Sesudah menyelesaikan pendidikannya, Erick pun kembali ke tanah air. Kemudian membantu keluarga pada bidang usaha makanan, Pronto dan Hanamasa. Memang ayah beliau punya banyak bisnis. Tetapi ayahnya melarang Erick untuk melanjutkan bisnis keluarga. Ayah Erick Thohir ingin Erick untuk bisa mandiri, memiliki usaha sendiri, kemudian melanjutkan kesuksesan sendiri.”
“Erick pun memanfaatkan kekayaan keluarganya untuk modal usaha berikutnya. Jadi bukan untuk berfoya-foya saja. Walaupun begitu Erick tetap meneruskan usaha mandirinya. Kemudian yang paling sukses pada bidang media. Langkah awalnya pada dunia trading. Di mana Erick bersama Harry Zulnardy, Wisnu Wardhana, dan Muhammad Lutfi, mendirikan Mahaka Group. Di mana ini adalah perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan, media, dan keuangan.”

















































