Oleh: KH Ronggosutrisno Tahir
Betapa gamangnya bangsa ini untuk melangkah kedepan, kegamangan atas kondisi riil lembaga kepolisian yang termehek-mehek memikul beban akibat kecelakaan moral oknum korp berseragam coklat yang dipertontonkan beberapa bulan terakhir.
Baru-baru ini oknum perwira tinggi berseragam coklat tertangkap atas penyalahunaan narkotika. Sebelumnya, seorang Pati yang juga kasusnya diperbicangkan banyak orang, pun berahir dengan pemecatan sang Pati.
Miris dan tragis, tapi itu menjadi renungan yang mendalam manakala seorang hakim memutus perkara kepada seorang Pati Polri dengan hukuman mati.
Kompleksitas persoalan bangsa ke depan, apalagi keberadaan Polri sebagai Bhayangkara Nusantara yang bertugas sebagai pelindung, pengayom dan penjaga, maka pasca Grand strategi Polri tahun 2025 tidak cukup hanya melayani dengan Prima.
Untuk saat ini memang sudah cukup, tapi pasca Grand Strategi Polri tahun 2025, Kepolisian Indonesia harus mampu mengantisipasi percepatan perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi. Lantas juga memperhatikan terjadinya globalisasi di semua aspek kehidupan, baik politik, hukum, ekonomi, keamanan dan budaya.
Itu semua merupakan persoalan yang harus menjadi perhatian Polri ke depan dan untuk dapat menjawab persoalan tersebut institusi Polri beserta personelnya harus melakukan ‘Study Oriented’ guna menyerap berbagai disiplin ke Ilmuan sesuai dengan tugas serta penugasannya.
Dengan demikian Polisi sebagai Bhayangkara Nusantara mempunyai kapasitas dan kompentensi untuk menghadapi tantangan berbagai masalah yang dihadapi bangsa ini. Baik ekonomi dalam berbagai aspek bidangnya, lebih dari itu hukum dan kriminologi harus mendapat perhatian.
Menghadapi itu semua, kebijakan langkah yang perlu diambil pasca Grand Strategi tahun 2025 adalah perlunya pelayanan yang terorganisasi secara prima serta terbaik untuk masyarakat, dengan memperbesar unit garis terdepan dan memperkecil unit pusat yaitu Mabes Polri.
Lebih dari segalanya adalah, membangun kepercayaan internal Polri merupakan faktor penting, lantaran merupakan awal dari perubahan hal mana tertuang dalam Grand Strategi itu sendiri
Prencanaan pembangunan Kepolisian Negara Republik Indonesia telah tercetak dalam buku biru menetapkan Grand Strategi Polri tahun 2005 – 2025. Periode 2005 – 2025 adalah masa waktu yang panjang dan penuh perubahan, akibanya Grand Srategi Polri harus merupakan rangkaian strategi yang merespon terhadap kebutuhan masyarakat yang berevolusi.
Tiga tahapan dalam kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan Polri adalah sebagai berikut :
Periode 2005 – 2010 adalah Trust Building (membangun kepercayaan).
Masyarakat cenderung lebih mendambakan rasa aman dan rasa keadilan dari pemerintah, peningkatan kwalitas pelayanan dan fokus pada kebutuhan tersebut.
Periode 2010 – 2015 Tahap Partnership (kemitraan).
Tingkat kepuasan terhadap rasa aman dan keadilan diharapkan semakin baik, tuntutan masyarakat akan melebar pada manajemen rasa aman dan adil yang akuntabel, transparan, open dan patuh rule of law.
Periode 2016 – 2025 Tahap Strive for Excellence (pelayanan yang prima).
Tahap ini kebutuhan masyarakan akan lebih mengharapkan multi dimensional pelayanan yang berkwalitas, efektif dan efisien ditengah globalisasi kejahatan yang makin canggih.
Sarana dan prasarana yang dipergunakan untuk tercapainya tujuan, sementara prasarana sendiri sebagai sesuatu yang berperan sebagai penunjang utama terselenggaranya kegiatan atau pun proses mendukung Visi Misi Polri.
Simak juga Dialog Imaginer dengan Mahapatih Gajah Mada tentang figur Bhayangkara Nysantara
Yang rada sulit sungguh untuk bersikap obyektif dan netral, serta tidak menunjukkan standar ganda. Rasa hormat adalah komponen yang esensial dalam membangun kepercayaan.
Tidak kalah pentingnya yaitu kepedulian dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat hal ini yang bakal menunjang keberhasilan dalam komunikasi Institusi Polri.
Demikian harapan kepada sang pelindung, pengayom dan penjaga yang sedang menapaki Grand Strategi Polri sejak 2005 hingga 2025.
Lundungi, Ayomi dan Jaga dengan Prima.
KH. Ir. Ronggosutrisno Tahir Penulis Telsra Garut








































