JAKARTA | INTIP24 News – Kesepakatan perdamaian Iran yang digagas Presiden AS Donald Trump tampak seperti “dokumen penyerahan diri” dan gagal mewujudkan apa yang ingin diraih Amerika sebelum perang. Demikian pernyataan anggota Kongres, Seth Moulton.
Anggota Kongres dari Partai Demokrat itu mengkritik perjanjian yang disepakati ini mengembalikan keseimbangan regional ke keadaan sebelum perang setelah pengeluaran sebesar $100 miliar dan banyaknya korban jiwa, kata Seth Moulton
Komentar tersebut muncul setelah Trump mengumumkan pada hari Sabtu bahwa kerangka perdamaian akan ditandatangani pada hari berikutnya dan termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz.
Terkait dengan pengayaan uranium Iran, ia mengatakan, “pada waktu yang tepat, ketika keadaan sudah tenang, kami akan masuk dan mengambil Debu Nuklir dan menghancurkannya,” imbuh Seth Moulton
Laporan media juga mengklaim bahwa kesepakatan itu mencakup keringanan sanksi dan pencabutan blokade AS terhadap Iran, sementara selat Hormuz akan dioperasikan tanpa rezim tol.
Namun, para pejabat Iran mengatakan bahwa penandatanganan tersebut “tidak akan dilakukan besok,” dan pembicaraan mengenai program nuklir diperkirakan akan dimulai kemudian.
Berbicara kepada wartawan pada hari Sabtu, Moulton, yang juga anggota Komite Angkatan Bersenjata DPR, menyebut kerangka kerja tersebut merupakan kerugian mutlak bagi AS.
“Ini adalah kesepakatan yang buruk. Ini pada dasarnya adalah dokumen penyerahan diri dari Donald Trump kepada pemimpin tertinggi Iran.” tegasnya
“Maksud saya, $100 miliar uang pembayar pajak telah dikucurkan untuk perang ini, 14 orang Amerika tewas, dan kita mendapatkan kesepakatan yang membuka kembali selat yang sudah terbuka sebelum AS memulai perang? Bagaimana hal itu bisa menjadi sebuah kemenangan?” tegas Multon.
Meskipun ia mengakui bahwa mengakhiri perang adalah pilihan terbaik bagi AS, dalam hal mencapai tujuannya, hal ini hanya berarti “kalah, kalah, kalah bagi Trump dan Amerika Serikat.”
Sebagai mana diwartskan media bahwa meskipun terjadi serangan Amerika-Israel yang menghancurkan, militer Iran tetap merupakan kekuatan tempur yang kuat, dan Teheran dapat memperoleh senjata nuklir dalam waktu beberapa bulan, meskipun Iran menyangkal bahwa mereka berupaya melakukan hal tersebut.
Sementara Senator California Adam Schiff, seorang kritikus perang, juga menyatakan keberatannya terhadap perjanjian tersebut, dengan mengatakan bahwa perundingan tersebut dapat diakhiri dengan “pengumuman yang akan menyelamatkan mukanya untuk disetujui di kemudian hari oleh presiden. Hal ini akan menjadi kerugian strategis yang sangat besar bagi negara.”
Source: RT News
Editor: Hasan Munawar




















































