Al-Qur’an menerangkan tentang hijrah dalam beberapa ayat, salah satunya Surah Al-Hashr (59:10) dan Surah Al-Anfal (8:72). Hijrah di sini bisa berarti hijrah dari Mekah ke Madinah atau hijrah dari kehidupan jahiliyah ke kehidupan Islami.
Hijrah dalam konteks ini berarti perubahan atau transformasi dalam cara hidup dan berinteraksi di masyarakat. Seperti hijrah dari kebiasaan yang kurang baik ke arah yang lebih positif.
Dalam Islam, hijrah juga berarti meninggalkan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan menuju kehidupan yang lebih baik.
Hijrah dalam Sejarah Islam merupakan perintah Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan umat Islam untuk meninggalkan Makah dan hijrah ke Madina demi menjaga keimanan dan keselamatan.
Perihal Ini menunjukkan kekuatan iman dan kesabaran Nabi Muhammad berserta umat Islam dalam menghadapi tantangan. Hijrah juga menjadi contoh bagi umat Islam untuk selalu berpegang teguh pada agama dan berani menghadapi perubahan demi kebaikan.
Hijrah memang menjadi contoh bagi umat Islam berikutnya untuk selalu siap berubah dan beradaptasi dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjaga keimanan dan akidah. Ini juga menunjukkan bahwa hijrah perpindahan fisik. Dari madina yang merupakan tanah kelahiran Nabi Muhammad serta pengikutnya menuju titik berikut untuk menjalani proses hidup dan berkehidupan/ ber-masyarakat.
Empat Sahabat Nabi, Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali, adalah di antara mereka yang berhijrah bersama Nabi Muhammad dari Makah ke Madina. Mereka adalah sahabat-sahabat dekat Nabi dan memainkan peran penting dalam sejarah Islam. Periode Makkah
Kata hijrah هِجْرَةٌ berasal dari akar kata hajarah هَجَرَ yang berarti berpindah Dari satu tempat menuju Wilayah Hijrah dan menjadi tempat tinggal berikutnya. Seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW bersama kaum Muslimin dari Makkah ke Madinah.































































