New York, Intip24News.com – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza. Hal itu ia sampaikan dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Senin (22/09/2025).
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan kembali sikap Indonesia yang mendukung penuh solusi dua negara sebagai jalan keluar dari konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel.
“Kami siap menurunkan pasukan penjaga perdamaian di Gaza demi kemanusiaan. Indonesia akan segera mengakui Israel jika Israel mengakui kemerdekaan Palestina,” ujar Prabowo di hadapan para pemimpin dunia.
Kecam Kekerasan terhadap Warga Sipil
Presiden mengutuk keras kekerasan yang terjadi di Gaza. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina, lebih dari 65.000 orang tewas dan 164.000 lainnya terluka sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Namun, angka tersebut hingga kini masih diperdebatkan oleh pihak Israel.
Situasi tragis itu juga diperkuat pernyataan mantan Kepala Staf Militer Israel, Letjen Herzi Halevi, yang mengakui bahwa lebih dari 10 persen penduduk Gaza, atau sekitar 200.000 orang, telah tewas maupun terluka. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai perang yang “tidak manusiawi.”
Dukungan Internasional
Dalam pidatonya, Prabowo menyambut baik langkah sejumlah negara besar yang baru-baru ini mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, di antaranya Inggris, Australia, Kanada, Prancis, dan Portugal. Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi sinyal positif untuk mendorong perdamaian yang adil dan permanen di kawasan Timur Tengah.
“Indonesia berdiri bersama negara-negara yang mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka,” kata Prabowo.
Krisis Kemanusiaan Memburuk
PBB sebelumnya mengonfirmasi adanya krisis kelaparan yang semakin parah di Gaza sejak bulan lalu. Kondisi itu memperburuk bencana kemanusiaan yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun.
Indonesia, melalui komitmen di forum internasional, bertekad aktif dalam misi perdamaian sekaligus bantuan kemanusiaan di wilayah konflik tersebut.
( Intip24News. World )


























































