Intelejen Inggris Waspadai Perkembangan Tehnologi China dan Rusia

INTIP24NEWS | JAKARTA – Direktur mata-mata Inggris, GCHQ, Jeremy Fleming mengatakan China bisa memimpin sektor teknologi. China dikatakan membawa semua elemen kekuatan negara untuk mengontrol, mempengaruhi desain dan mendominasi pasar. Di sisi lain, negara itu juga terus mencoba mendominasi perdebatan soal standard global.

“Kepemimpinan teknologi signifikan bergerak ke Timur. Kekhawatirannya ukuran dan bobot teknologi China menunjukkan potensi mengontrol sistem operasi global,” jelasnya, dikutip dari CNBC yang dilansir dari Reuters, Senin (26/4/2021).

Dia menambahkan jika Inggris ingin kekuatan siber global harus mengembangkan teknologi kuantum berdaulat. Termasuk di dalamnya teknologi kriptografis hingga melindungi informasi dan kemampuan sensitif.

Negara Barat juga diminta mengembangkan algoritma quantum-proof. “Jadi kami juga siap menghadapi musuh yang menggunakan komputer kuantum untuk melihat hal-hal yang kami anggap aman,” jelasnya.

Bacaan Lainnya


banner

Menurutnya mata uang digital akan menjanjikan untuk sektor keuangan. Namun juga akan menimbulkan poigtensi ancaman oleh negara yang tidak liberal karena mendapatkan kemungkinan gangguan signifikan pada masyarakat dan perusahaan.

Selain China, Flemming mengatakan Rusia juga tetap menjadi ancaman langsung terbesar untuk negara Barat. Namun dominasi teknologi jangka panjang China merupakan masalah lebih besar.

“Rusia mempengaruhi cuaca, sedangkan China membentuk iklim,” kata dia.

Sebagai informasi, GCHQ mengumpulkan komunikasi dari seluruh dunia untuk mengidentifikasi dan mendisrupsi ancaman untuk Inggris. Lembaga itu memiliki hubungan dekat dengan Badan Keamanan Nasional AS.

Selain AS, GCHQ juga memiliki agen penyadap di sejumlah negara yakni Australia, Kanada dan Selandia Baru. Semuanya berada dalam Konsorsium bernama Five Eyes.

Pos terkait

Qatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *