Di dqlam kabinet perang, komando tertinggi militer tidak senang dengan kepemimpinan Netanyahu.
Mereka tidak terburu-buru melaksanakan perintahnya untuk mengambil alih perbatasan Mesir di sekitar Rafah, dan mereka telah menarik sebagian pasukan mereka dari bagian utara Gaza.
Tentara tidak memiliki posisi yang jelas terhadap negara Palestina atau Otoritas Palestina yang mengambil alih Gaza pascaperang, seperti yang dilakukan Netanyahu.
Namun kelompok ini jelas ingin melanjutkan serangan, karena mereka tidak suka melihat situasi di mana perang berakhir tanpa kemenangan yang jelas.
Baik Netanyahyu maupun militer tidak berhasil mencapai tujuan dasar perang mereka, yang menganut konsep perang tanpa akhir.
Hingga detik ini, Hamas jelas tidak tergoyahkan, bahkan masih terus menyerang tentara Israel meskipun ada banyak rintangan militer, kehancuran total di Gaza, dan kelaparan yang semakin meningkat.
Sementara itu aksi mogok makan di depan pintu rumahnya, demonstrasi yang dihadiri puluhan ribu orang di Tel Aviv yang menyerukan agar Netanyahu mundur, dan meningkatnya protes dari keluarga 132 tawanan yang tersisa, yang pada hari Senin menerobos masuk ke parlemen Israel, Knesset.
Munculnya pembangkangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.Tentara mengambil foto diri mereka sendiri bersam tahanan Palestina.
Mereka mengambil foto di masjid-masjid, mereka berbicara tentang balas dendam, pendudukan kembali, semua pesan yang bertentangan dengan aturan dasar tentara.
Benny Gantz dan Gadi Eisenkot, lawan politik Netanyahu yang masuk kabinet perang setelah serangan 7 Oktober, sama sekali tidak mendukung kembalinya otoritas Palestina ke Gaza atau solusi politik yang akan menciptakan negara Palestina. Namun mereka juga tidak mengatakan apa pun yang menentangnya.
Mereka tampak nyaman dengan dorongan AS untuk solusi dua negara dan dengan inisiatif Saudi, yang memerlukan pengakuan atas hal tersebut.
















































