Madu atau Racun? Soto Pembawa Malapetaka di SMA 2 Kudus

Kudus, intip24news.com – Program nasional yang digadang-gadang membawa gizi gratis ke sekolah, hari itu justru membawa petaka. Sejumah ambulans berlarian menjemput siswa yang keracunan makan bergizi gratis (MBG) di SMA 2 Kudus, Kamis (29/1/2026).

Raungan sirine dari puluhan ambulans yang menjemput korban keracunan MBG hari Kamis kelabu itu bukan sekadar simulasi, melainkan jeritan nyata dari ratusan siswa yang tumbang akibat keracunan makan siang sehari sebelumnya.

​Sebagai mana diwartakan sebelumya. Hingga Kamis sore, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengonfirmasi 118 siswa harus dilarikan ke tujuh rumah sakit berbeda, termasuk RSUD dr. Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, dan RS Sarkies Aisyiyah.

​Namun belakangan, pihak sekolah memperkirakan total siswa yang mengalami gejala—mulai dari mual, pusing, hingga diare hebat—mencapai 600 orang. Bahkan, sejumlah guru yang turut menyantap hidangan tersebut dilaporkan ikut menjadi korban.

Bacaan Lainnya

​Dari hasil pantauan, keracunan para siswa dan guru di SMA 2 Kudus diduga kuat berasal dari paket makan siang berisi nasi, soto ayam suwir, tempe, dan taoge yang seharusnya menjadi asupan gizi, justru berubah menjadi racun.

​”Ayamnya asem, Mas. Baunya aneh, kayak sudah basi,” ungkap salah satu siswa yang kini terbaring lemas dengan jarum infus di tangan.

​SPPG Purwosari, vendor yang bertanggung jawab atas ribuan porsi makanan di 13 sekolah di Kudus, akhirnya buka suara. Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan seluruh korban.

Dalam tayangan video amatir yang viral memperlihatkan momen dramatis ketika salah satu unit ambulans yang hendak bermanuver justru terjebak (kepater) dalam lumpur lapangan yang becek.

​Di tengah kepanikan teman-teman mereka yang pingsan dan muntah-muntah, puluhan siswa laki-laki tanpa ragu menerjang lumpur.

Seragam putih abu-abu mereka kotor terciprat tanah, bahu-membahu mendorong mobil medis tersebut agar roda kembali berputar. Sebuah potret solidaritas yang menyentuh di tengah krisis.

​Sementara itu Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang langsung turun ke lokasi dan menjenguk korban di RSUD, menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah melalui skema UHC (Universal Health Coverage) BPJS Kesehatan. Sampel makanan dan feses korban kini telah dikirim ke laboratorium untuk uji toksikologi.

Pos terkait