INTIP24NEWS | PALI — Aliansi Masyarakat Mahasiswa Pemuda Peduli PALI (MMP3) menyayangkan sikap Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Muara Enim dan PT Pemdas Agro Citra Buana. Pasalnya, pihak Perusahaan tersebut menganggap permasalahan asset tersebut dianggap hal sepele.
Koordinator Aksi Yogi S Memet, S.IP dalam keterangan, Minggu (8/8/2021) mendesak pihak PT Pemdas Agro supaya tidak menganggap hal yang mudah atau menyepelekan. Kendati hal tersebut harus menjadi perhatian serius, dari PT Pemdas dan Pemkab Muara Enim untuk menyerahkan asset tersebut ke Pemkab PALI.
Terlebih, asset itu berada di dalam kawasan Kabupaten PALI yang masih dikuasai oleh Pemkab Muara Enim.
“Jadi kami mohon kerjasama nya, jangan menganggap masalah ini mudah dan simpel,” ujar Yogi S Memet, Alumni Fakultas Sosial dan Politik Universitas Sriwijaya ini.
“Kalau ini memang mudah dan simpel, kenapa sampai delapan tahun berlarut-larut tidak diserahkan,” tegasnya saat melakukan pertemuan di Gedung DPRD PALI dengan pihak terkait pada Kamis, 5 Agustus 2021 lalu.
Sekretaris DPC Relawan Demokrasi (Repdem) PALI yang merupakan organisasi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, mempertanyakan kepada pihak PT Pemdas selaku operasional dan pihak sarana pembangunan apakah sudah siap menyerahkan asset tersebut.
“Jangan nanti ngomong siap tapi tidak ada realisasinya,” kata pemuda 27 tahun ini.
Tidak hanya itu, eks Sektretaris Umum Himpunan Mahasiswa PALI ini menegaskan pihaknya menuntut kepada PT Pemdas untuk menghentikan operasional, sampai permasalahan tersebut terselesaikan.
Menurutnya, meskipun Kabupaten PALI dengan Muara Enim seperti ibu dan anak seharusnya asset tersebut langsung diserahkan saja ke Pemkab PALI. Kendati demikian, nantinya akan menjadi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten PALI.
“Tentunya masyarakat PALI harus menikmati hasil bumi yang ada di Kabupaten PALI. Kami tekankan pada point tiga dalam tuntutan kami yaitu menghentikan operasional sampai permasalahan ini selesai,” kata
Yogi menyatakan, tak segan-segan apabila permasalahan tersebut tidak selesai akan terus mengawal dan bahkan akan menggelar aksi besar-besaran sampai ke Gubernur Sumsel. “Kami akan terus mengkawal dan awasi. Apabila tidak selesai kami akan aksi di kantor Gubernur,” tandasnya. (***)













































