Panglima TNI Dukung Kerjasama Pertahanan Indo Pasifik dengan Para Panglima Militer Asean

JAKARTA – Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono mengatakan beberapa kesepakatan telah dicapai oleh para Panglima Militer Negara ASEAN atau ASEAN Chief of Defence Forces Meeting (ACDFM) yang menggelar pertemuan ke-20 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Pertemuan dimulai sejak Senin (5/6).

Menurut Panglima, beberapa kesepakatan itu di antaranya, mendukung perluasan kerja sama ASEAN, yaitu dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) and defense perspektif.

“Di mana Indonesia sebagai inisiator AOIP, memandang pentingnya pendekatan ASEAN terhadap Indo-Pacifik dari perspektif pertahanan, khususnya kerja sama pertahanan dengan mitra dialog ASEAN yang telah berkontribusi besar dalam menciptakan perdamaian dan kemakmuran dunia,” kata Yudo saat menggelar konferensi pers, seperti dilansir Antara, Rabu (7/6).

Selain itu, kata Yudo, ASEAN dapat memperluas lingkup kerja sama ke dalam empat pilar utama yaitu maritim, konektivitas sustainable development goals (SDG’s) dan ekonomi.

Bacaan Lainnya

Sementara, pada September mendatang akan digelar latihan bersama atau gabungan di wilayah Laut Natuna Utara dengan nama ASEAN Solidity Exercise in Natuna. Materi latihan meliputi maritim security, SAR dan bakti sosial.

“Mungkin, di bulan September nanti akan kita laksanakan latihan bersama khusus untuk ASEAN, baik dari sisi latihan Angkatan Laut, Angkatan Darat maupun Angkatan Udara. Seperti latihan gabungan namun lebih pada kegiatan latihan non tempur. Kita akan melaksanakan latihan bersama khusus ASEAN yang selama ini tidak pernah kita laksanakan,” ujarnya.

Dengan adanya latihan bersama itu, ke depannya ASEAN lebih sentral dan lebih kuat untuk menjaga stabilitas kawasan. Khususnya kawasan ASEAN.

“Yang mana tadi semua Panglima Angkatan Bersenjata menyampaikan tentang situasi perbatasan. Kemudian situasi adanya gempa dan sebagainya, nah ini ke depan harus lebih menguatkan lagi, kerja sama yang lebih aktif, lebih kuat lagi untuk stabilitas kawasan khususnya di wilayah kawasan ASEAN,” ujarnya.

Pos terkait