Pemukiman Warga Hanya Dipisahkan Gang Sempit, DPR: Pertamina Perlu Segera Audit

INTIP24NEWS.COM – Api yang bermula sekitar pukul 20.00 pada Jumat (3/3) dari pipa bahan bakar di depo penyimpanan bahan bakar Pertamina Plumpang di Jakarta, dengan cepat menyebar ke rumah-rumah terdekat dan membuat panik warga di daerah padat penduduk.

Daerah pemukiman padat berdiri di luar tembok luar Pertamina Depo Plumpang, hanya dipisahkan oleh jalan sempit, kata seorang saksi mata.

Seorang warga yang sempat dihubungi intip24news.com Nandar mengatakan, “awalnya tercium bau yang sangat menyengat 30 menit sebelum terjadi kebakaran. Rumah kami hanya berjarak 150 meter dari depo Pelumpang,” tuturnya.

Pejabat Ppertamina telah menyerukan penyelidikan dan audit fasilitas perusahaan energi negara Pertamina setelah kebakaran di fasilitas penyimpanannya menewaskan setidaknyq 13 orang.

Bacaan Lainnya

Pihak berwenang awalnya menyebutkan jumlah korban tewas 17 tetapi kemudian direvisi menjadi 13. Lusinan terluka dan ratusan dievakuasi.

Api dapat dipadamkan pada Sabtu dini hari, kata petugas pemadam kebakaran Jakarta Utara Abdul Wahid.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir melalui laman Instagramnya mengungkapkan,
“Saya sudah perintahkan Pertamina untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Harus ada tinjauan operasional.”

Sugeng Suparwoto, Ketua Komisi Energi di DPR, menyerukan audit fasilitas Pertamina.

“Semua fasilitas, baik kilang maupun penyimpanan, harus diaudit lagi,” ujarnya di KompasTV. Pertamina memiliki riwayat kebakaran di fasilitasnya.

Pada tahun 2021 terjadi kebakaran besar di kilang Pertamina di Balongan dan Cilacap.

Sugeng juga mengatakan harus ada jarak yang lebih jauh antara fasilitas penyimpanan Pertamina dan pemukiman penduduk.

Untuk fasilitas dengan kapasitas Plumpang, setidaknya harus ada jarak satu hingga dua kilometer dengan kawasan pemukiman

Plumpang, dengan kapasitas penyimpanan lebih dari 300.000 kilo liter, merupakan salah satu terminal BBM terbesar Pertamina.

.CEO Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan Pertamina akan melakukan kajian internal, sekaligus memastikan pasokan BBM Jakarta tetap aman karena perusahaan mengalihkan pasokan dari terminal lain. (red)

Pos terkait